Novel

Chapter 4: Fragmen Memori yang Terlupakan

Kaelen berhasil meloloskan diri dari jebakan arena setelah menyerap fragmen memori yang mengungkap bahwa Menara adalah mesin pemanenan energi. Ia berhasil keluar tepat sebelum gerbang rotasi terkunci permanen, meninggalkan para elit yang tidak menyadari konspirasi tersebut.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Fragmen Memori yang Terlupakan

Debu beton sisa benturan masih menggantung di udara arena, namun Kaelen tidak punya waktu untuk menikmati kemenangan. Di atas papan peringkat digital yang tergantung di langit-langit, namanya—Kaelen, Peringkat 312—berkedip merah, memancarkan sinyal anomali yang memekakkan telinga. Aris, yang masih terduduk di tanah dengan napas memburu, menatap Kaelen dengan tatapan tidak percaya.

"Itu... itu mustahil," desis Aris, suaranya parau. "Kau hanyalah sampah Tier 0. Bagaimana kau bisa menangkis seranganku dengan beban gravitasi sebesar itu?"

Kaelen tidak menjawab. Di sudut pandangnya, timer sistem berdetak kasar: 00:02:58. Lantai arena di bawah kakinya mulai bergetar, retakan cahaya kebiruan merayap keluar dari pusat arena—tanda bahwa sistem pertahanan Menara telah mengunci lokasinya sebagai ancaman. Jika ia tidak segera keluar, sensor akademi akan menutup gerbang rotasi secara permanen, mengurungnya di dalam zona maut yang kini mulai mengubah konfigurasi arsitekturnya. Kaelen merogoh saku, mencengkeram kain penyerap energi pemberian Mira. Kain itu terasa dingin, namun ia tahu harga yang harus dibayar. Begitu ia mengaktifkan kain tersebut untuk menelan jejak energi Tier 1 miliknya agar sensor akademi kehilangan jejak, sistem rusaknya memberikan notifikasi pahit: Konversi energi untuk penyembunyian: 10% sisa masa hidup dikorbankan.

Penglihatan Kaelen sempat kabur sesaat, rasa nyeri menusuk tulang belakangnya seperti jarum panas. Namun, ia memaksakan diri berlari. Ia tidak bisa lari ke pintu utama; sensor akademi sudah mengunci identitasnya sebagai anomali. Ia harus mengambil rute yang diabaikan oleh para elit—rute yang hanya terlihat oleh sistem rusaknya.

"Kaelen, menjauhlah dari pusat arena!" Suara Mira berdesis melalui alat komunikasi rahasia. "Sistem Menara tidak sedang mengujimu. Mereka sedang melakukan purge—penghapusan data anomali. Kamu adalah anomali itu."

Kaelen melompat menghindari bilah gravitasi yang menghantam lantai tempat ia berdiri sedetik lalu. Debu beton beterbangan. Aris dan para elit lainnya telah lama mengevakuasi diri melalui pintu utama, meninggalkan Kaelen sendirian di zona yang mulai menyempit. Mereka mengabaikan rute di balik pilar penyangga utama, menganggapnya sebagai jalur rusak tanpa loot. Kaelen mengaktifkan sistem rusaknya. Visi dunianya berubah menjadi monokrom, menonjolkan jalur pipa tua yang berpendar biru redup di balik dinding beton.

Ia menabrakkan bahunya ke panel kontrol yang tersembunyi di balik pilar. Saat pintu baja berderit terbuka, ia terjerembap ke koridor gelap yang berbau logam berkarat. Di sana, di antara lipatan ruang yang terdistorsi, ia melihat fragmen memori yang berpendar redup. Kaelen merangkak mendekat, napasnya tersengal. Saat jemarinya menyentuh fragmen tersebut, visi masa lalu menghantam otaknya: Menara ini bukan sekadar ujian akademi, melainkan mesin pemanenan energi yang sengaja memicu keruntuhan lantai untuk membuang kontestan yang dianggap 'tidak efisien'.

Lantai di bawahnya mulai runtuh total. Dengan sisa tenaga yang ada, Kaelen menggunakan kemampuan manipulasi gravitasi yang baru ia serap dari fragmen tersebut. Tubuhnya terasa ringan secara tidak wajar, memungkinkannya melompati celah lantai yang terbuka lebar. Ia mendarat tepat di depan pintu keluar saat gerbang rotasi mulai menutup dengan suara dentuman hidrolik yang memekakkan telinga. Di luar sana, ia bisa melihat kerumunan elit yang mulai bubar, sama sekali tidak menyadari bahwa di balik gerbang yang tertutup rapat, Kaelen baru saja menemukan kebenaran yang bisa menghancurkan tatanan akademi.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced