Novel

Chapter 4: Jalur yang Dihapus

Raka berhasil menavigasi jalur terlarang menara menggunakan petunjuk sistem, menyelamatkan penyintas untuk mendapatkan modul inti, dan menggunakan data lantai terlarang sebagai alat tawar-menawar melawan Bima Wisesa dan Sari Jala sebelum gerbang rotasi tertutup.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Jalur yang Dihapus

Angka merah di sudut pandang Raka berdenyut: 04:50. Waktu itu bukan sekadar angka; itu adalah sisa napas sebelum sistem mengunci rute yang sedang ia pijak. Saraf di lengan kirinya berkedut hebat, mengirimkan sengatan panas yang membuat ototnya menegang kaku. Ia menekan bahu ke dinding lorong kabel doa yang lembap, merasakan tekstur kasar garam dan lumut tua di balik seragamnya yang compang-camping.

Di belakangnya, langkah kaki Bima Wisesa memantul di dinding koridor utama dengan presisi yang menyakitkan telinga. Bima tidak masuk ke zona mati ini. Ia menunggu di mulut akses, membiarkan para pengawas lantai melakukan tugas kotornya. Bima terlalu angkuh untuk mengotori sepatunya di area yang tidak terdaftar di peta resmi.

“Tak ada gunanya bersembunyi di jalur yang sudah mati, Raka,” suara Bima bergema, tenang dan penuh otoritas. “Jalur itu hanya akan menuntunmu ke kehancuran jaringan sarafmu sendiri.”

Raka menyeringai, meski rasa sakit di lengannya nyaris membuatnya pingsan. Ia menatap panel ritus yang retak di depannya. Suara Menara Pecah berdesis di dalam kesadarannya, memproyeksikan citra lantai yang tidak ada di papan publik: sebuah jalur servis yang terkubur di bawah lapisan hukum menara. Dengan satu sentakan kasar, Raka merobek segel kabel doa yang menghalangi jalan. Udara asin yang dingin menyergap wajahnya—tanda bahwa jalur ini nyata.

Ia merayap masuk ke ruang bawah yang sempit dan pengap. Ruangan itu penuh dengan memori kejatuhan menara, ditandai dengan panel-panel hukum yang mengelupas seperti kulit mati. Di pojok ruang, tiga penyintas meringkuk ketakutan di balik modul yang rusak. Raka bisa saja mengabaikan mereka, namun sistem memberikan notifikasi yang berkedip: Modul inti terdeteksi di balik reruntuhan.

“Bantu kami, atau kami akan mati di sini!” teriak seorang wanita muda dengan lengan terkilir.

Raka tidak membuang waktu. Ia merobek modul inti dari panel hukum tua itu, merasakan tarikan energi yang kasar di tangannya—sebuah gain yang terasa nyata dan menyakitkan. Ia melemparkan sisa komponen ke arah para penyintas untuk memicu retakan darurat di dinding, memaksa jalan keluar terbuka. Saat mereka melarikan diri, Raka mengambil risiko terakhir.

Saat ia kembali ke koridor utama, lantai transisi mulai bergetar. Gerbang rotasi di ujung koridor menyalakan garis-garis cahaya biru yang mulai menyempit. Bima Wisesa berdiri di sana, didampingi Sari Jala yang menatap Raka dengan tatapan menilai.

“Jual data itu padaku, Raka,” tawar Sari Jala, suaranya licin seperti pedagang yang tahu persis harga sebuah keputusasaan. “Kau terluka. Sinkronisasi paksa itu akan membunuhmu. Berikan data lantai itu, dan aku akan menjamin keselamatanmu keluar dari zona ini.”

Raka tidak berhenti. Darah merembes di kerah bajunya, bukti nyata dari harga kenaikan Tier 1 yang ia paksa. Ia menatap mata Sari, lalu menatap Bima yang tampak gusar melihat Raka masih berdiri. Raka tidak menjual data itu. Ia justru mengaktifkan data lantai yang ia curi, memproyeksikannya ke udara di depan Sari dan Bima, menunjukkan kelemahan struktur gerbang yang hanya diketahui oleh sistem yang sudah rusak.

“Kalian ingin membeli masa depanku?” Raka tertawa kecil, suaranya parau. “Ini harganya. Data lantai yang kalian hapus, kini menjadi kunci pembuka gerbangku.”

Gerbang rotasi menutup setengah klik di belakang Raka saat ia melompat masuk ke dalam cahaya. Suara Menara Pecah memberikan satu citra terakhir: sebuah peta yang jauh lebih luas, dengan jalur-jalur yang sudah dihapus kini mulai terbuka satu per satu. Ia telah berhasil, namun tekanan baru saja dimulai; tier-nya naik, namun kerusakan jaringan di tubuhnya kini menuntut harga yang jauh lebih mahal.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced