Novel

Chapter 2: Biaya Kenaikan yang Tak Terduga

Raka berhasil memanfaatkan sistem untuk naik ke Tier 1, namun kenaikan tersebut memicu kerusakan fisik yang menyakitkan. Ia berhasil menembus gerbang rotasi melalui rute anomali tepat sebelum Bima Wisesa menangkapnya, meninggalkan rivalnya tersebut dalam kemarahan yang membara di luar gerbang.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Biaya Kenaikan yang Tak Terduga

Notifikasi sistem berkedip merah di retina Raka, memotong pandangannya dengan angka waktu yang terus menyusut: 04:58.

Di bawah papan peringkat pasar sekte, tubuh Raka bergetar hebat. Sensasi besi panas menjalar di balik lidahnya, sisa dari proses sinkronisasi paksa. Angka 'Tier 1' yang baru saja tercetak di papan publik berdenyut, memicu tatapan tajam dari para pedagang dan murid sekte di sekitarnya. Tulang rusuknya terasa seperti diikat kawat berduri yang ditarik kencang dari dalam.

“Murah sekali naiknya,” suara Sari Jala memecah riuh pasar. Wanita itu berdiri di depan kiosnya, jemarinya yang lentik memainkan koin emas. Matanya tidak menatap wajah Raka, melainkan pada bercak darah yang mulai merembes di sela kuku jari pemuda itu. “Biasanya, mereka yang naik cepat juga cepat hancur. Aku bisa membeli sisa masa depanmu sekarang, sebelum sistem menagih biaya yang lebih mahal.”

Raka tidak menjawab. Ia tahu jika ia membuka mulut, darah akan tumpah. Sistemnya menampilkan peringatan: [Misi pertama selesai. Konversi tubuh: aktif. Biaya: Kerusakan jaringan tingkat rendah]. Ia baru saja menukar kesehatan fisiknya untuk akses, sebuah harga yang kini terasa seperti siksaan saraf yang tak kunjung reda.

“Waktu tersisa empat menit,” gumam Raka, suaranya parau. Ia mengabaikan Sari dan melangkah pergi, kakinya terasa berat seolah diseret oleh rantai tak kasat mata.

Di gerbang utama Menara, suasana jauh lebih mencekam. Bima Wisesa berdiri di sana, jubah putihnya yang bersih menjadi kontras tajam dengan kondisi Raka yang kini berkeringat dingin bercampur bercak kehitaman.

“Kau pikir kenaikan tier murah bisa menyelamatkanmu dari rotasi, Sampah?” Bima melangkah maju. Tangannya berpendar dengan energi murni, cahaya yang menandakan legitimasi seorang elit sekte. “Sistem mencatatmu sebagai anomali. Dan anomali harus dihapus sebelum gerbang menutup.”

Di balik meja administrasi, Nenek Tira menatap Raka dengan mata menyipit. “Aturan pasar jelas, Raka. Jika kau tidak masuk dalam tiga menit, namamu dihapus dan hutangmu akan dilipatgandakan sebagai kompensasi kegagalan.”

Sistem Raka berkedip liar: [Peringatan: Stabilitas Tubuh 62%. Rute Alternatif Terdeteksi: Celah Ingatan Lantai 0].

Raka tidak punya pilihan. Ia mengabaikan Bima dan memfokuskan pandangan pada celah cahaya biru yang tidak stabil di sisi gerbang—jalur yang tidak tercatat di peta resmi sekte. Saat Bima mengayunkan bilah energinya, Raka menerjang tepat ke arah anomali tersebut. Ruang di depannya melengkung. Bima terperangah saat melihat Raka lenyap di balik retakan dimensi yang seharusnya tidak ada.

“Anomali!” teriak salah satu penguji menara.

Raka mendarat di lantai transisi dengan hantaman keras. Darah segar merembes dari sudut bibirnya. Di depannya, gerbang rotasi lantai satu bergetar hebat, sedang melakukan sinkronisasi paksa dengan data baru miliknya.

“Sisa waktu: 1 menit,” suara sistem bergema di tengkoraknya. “Kenaikan tier memicu respons imun menara. Jika kau tidak segera melintasi ambang batas, sistem akan menghapus aksesmu secara permanen.”

Raka menatap ke belakang. Bima Wisesa sudah berada di ambang gerbang, wajahnya memerah karena amarah. Raka tahu ia tidak bisa menang dalam adu kekuatan murni, namun ia kini berada di dalam. Lantai baru terbuka. Papan peringkat kembali berkedip, menunjukkan namanya merangkak naik, sementara di luar sana, Bima Wisesa mulai memanggil pengawal untuk memburunya secara nyata. Raka berdiri, menelan rasa sakit yang semakin hebat, dan melangkah masuk ke kegelapan lantai berikutnya. Kemenangannya baru saja dimulai, dan itu jauh lebih berbahaya daripada saat ia masih menjadi barang dagangan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced