Novel

Chapter 2: Perisai Berharga Mahal

Arini menjalani debut publik sebagai tunangan Bramantya di sebuah gala mewah. Meskipun Bramantya berhasil membungkam Adrian dengan melunasi utang-utang Arini secara publik, Arini menyadari bahwa perlindungan tersebut adalah jeratan baru. Malam itu berakhir dengan Arini menyadari bahwa ia hanyalah alat dalam rencana warisan Bramantya yang lebih besar.

Release unit15% free previewIndonesian / Bahasa Indonesia
Preview active

This release is currently served with by_percent · 15 rules.

Upgrade Membership
15% preview Subscribe to continue the serialized release.

Perisai Berharga Mahal

Tiga jam setelah kontrak itu ditandatangani, Arini berdiri di depan cermin setinggi badan di penthouse Bramantya. Kamar itu terasa lebih dingin daripada ruang sidang. Penata gaya pribadi Bramantya sedang menyisir rambutnya dengan gerakan mekanis, mengubah Arini dari seorang wanita yang baru saja kehilangan segalanya menjadi aset yang layak dipajang.

“Kalau Anda terus menolak disentuh, gaun ini akan jatuh tidak rapi di bahu kiri,” ujar penata gaya itu, datar.

“Aku bukan manekin,” sahut Arini, suaranya parau.

“Untuk malam ini, Anda harus terlihat seperti sesuatu yang layak diperebutkan,” balas wanita itu tanpa menoleh.

Bramantya muncul dari ruang kerja. Kemeja abu-abu gelapny

Preview ends here. Subscribe to continue.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced