Novel

Chapter 2: The Public Misread

Dina terjebak dalam gelombang gosip dan tekanan sosial yang semakin membesar setelah pertunangan palsu dengan Raka diumumkan. Saat mereka harus tampil sebagai pasangan di acara amal keluarga Raka, salah paham dan bisik-bisik mulai menyebar luas, memaksa Raka mengambil langkah protektif yang berani namun berisiko tinggi. Ancaman dari Mira yang memiliki file lama semakin menambah beban kontrak mereka, menegaskan bahwa perlindungan Raka bukan tanpa harga dan memperdalam ikatan yang memaksa Dina untuk menghadapi konsekuensi dari sebuah perjanjian yang jauh lebih rumit daripada yang dia bayangkan.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

The Public Misread

Pukul delapan pagi, telepon Dina berdering tanpa henti. Nama-nama yang muncul di layar bukan lagi sekadar kenalan biasa: wartawan gosip, mantan rekan kerja, dan suara-suara dari grup WhatsApp yang biasanya tenang kini bergemuruh dengan rumor tak sedap. "Pertunangan dengan Raka sudah jadi topik utama," bisik sebuah pesan masuk, "dan bukan dalam arti yang baik." Dina menghela napas panjang, menutup mata sejenak. Dua minggu sejak perceraian yang melelahkan, ia sudah tenggelam dalam badai gosip yang mengancam bukan hanya reputasi, tapi juga hak asuh anaknya. Kontrak pertunangan palsu yang seharusnya jadi tameng, justru menjadi sorotan baru yang membebani.

Ketukan di pintu ruang tamu kantor hukumnya memecah kesunyian. Raka berdiri di ambang, wajahnya sulit dibaca, tapi matanya tajam penuh tekad. Di belakangnya, asisten pribadinya membawa tablet yang menampilkan klip berita terbaru yang sudah menyebar luas di media sosial. "Ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut," ucap Raka dengan suara rendah tapi tegas. "Besok malam, di acara amal keluarga, kita harus tunjukkan bahwa kita memang pasangan. Bukan hanya untuk menahan gosip, tapi membalikkan narasi yang mulai memojokkan kamu." Dina menatapnya, sadar bahwa langkah ini membawa risiko yang tak kecil.

Keesokan harinya, lampu kristal berkilauan di balai acara keluarga Raka memantulkan ratusan tatapan penasaran. Dina melangkah masuk dengan dada sesak, menyadari setiap bisik dan pandangan adalah ujian publik yang kejam. Dua minggu pasca perceraian, ia harus mengenakan topeng pertunangan palsu demi melindungi harga diri dan hak asuh anaknya.

Wartawan mulai mengepung, mikrofon diarahkan dengan tajam. "Nona Dina, bagaimana perasaan Anda menjalani pertunangan ini di tengah sorotan publik yang intens?" tanya salah satu dengan nada menggoda.

Dina menarik napas dalam, menahan gelombang kecemasan. "Ini langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan saya dan keluarga," jawabnya dengan suara terkendali, meski matanya mengungkap ketegangan yang sulit disembunyikan.

Di sampingnya, Raka berdiri tegap, wajah dingin namun penuh kewibawaan. Saat wartawan mempertanyakan keaslian hubungan mereka, Raka memotong dengan tegas, "Pertunangan ini keputusan bersama, dan saya bertanggung jawab penuh atas komitmen ini. Siapa pun yang mencoba merusak akan menghadapi konsekuensi." Kalimatnya bukan hanya menangkis, tapi menegaskan kekuatan perlindungan yang kini Dina miliki, sekaligus mengundang resiko baru.

Sementara tekanan publik kian menguat, sebuah pesan masuk mengguncang suasana. Dina menatap ponselnya, tangan bergetar saat membaca: "Aku punya sesuatu yang bisa meruntuhkan seluruh hidupmu, Dina. File lama itu sudah ada di tanganku. Jangan coba-coba bermain-main."

Pesan itu datang dari nomor tak dikenal, tapi siapa lagi kalau bukan Mira — musuh lama yang kini menjadi ancaman nyata. Di sisi lain kota, Raka menerima pesan serupa, mengingatkan bahwa kontrak pertunangan palsu ini bukan sekadar sandiwara.

Dina dan Raka bertemu di sebuah kafe sepi, suasana remang membungkus ketegangan yang tak terlihat. "Aku sudah tahu," kata Raka singkat, duduk di hadapannya. "Mira tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan." Ada beban berat dalam suaranya, yang jarang ia tunjukkan.

"Apa kita harus membuka kontrak ini?" tanya Dina, suara bergetar menandakan ketakutan sekaligus kemarahan yang berbaur.

Raka mengangguk pelan, menyadari konsekuensi yang lebih dalam dari yang mereka duga.

Kembali ke kantor hukum pribadi Raka, Dina berdiri terpaku di depan meja kaca, napasnya berat menahan tekanan yang semakin menyesak. Gosip dan ancaman yang berlapis-lapis kini mengancam reputasi dan warisan keluarga Raka.

Raka menatapnya lurus ke mata, "Mira sudah mulai menyebarkan isu ke luar. Ini bukan hanya soal reputasimu, tapi juga warisan keluargaku. Aku harus bertindak."

Dina tahu langkah yang akan diambil Raka bukan tanpa risiko. "Apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya, suaranya serak menahan gelombang kekhawatiran.

"Aku akan ambil langkah hukum agresif," jawab Raka. "Tapi ini akan melibatkan keluargaku secara langsung. Aku siap mempertaruhkan nama baik dan posisi kami demi melindungimu."

Pengacara keluarga yang hadir mengangguk setuju, "Gugatan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi rahasia akan membuat Mira sulit bergerak. Tapi publik akan tahu tentang keterlibatan kita, dan itu berarti..."

Raka menyelesaikan, "Kita harus tampil bersama sebagai pasangan yang sah. Ini harga yang harus kita bayar."

Dina menelan ludah, menyadari betapa dalamnya jebakan yang mereka masuki. Gosip dan salah paham mulai merebak luas, memaksa mereka tampil bersama di mata publik. Perlindungan yang Raka tawarkan memang nyata, tapi berbiaya tinggi — dan konsekuensinya baru saja mulai terasa.

Di balik sorotan lampu dan tatapan penuh desas-desus, sebuah pertanyaan menggelayuti: seberapa jauh mereka harus bertaruh untuk menjaga rahasia dan reputasi? Dan apa yang akan terjadi ketika file lama yang dimiliki Mira benar-benar dibuka?

Tekanan publik dan ancaman tersembunyi ini memperkuat ikatan kontrak mereka, menjadikan pertunangan palsu bukan hanya soal penampilan, tapi permainan kekuasaan dengan harga yang belum bisa Dina bayangkan sepenuhnya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced