Novel

Chapter 6: Rahasia di Balik Arsip

Kaelen mengonfrontasi Aris dan menemukan bahwa Vulture adalah wadah prototipe curian milik ayahnya yang digunakan Vane untuk memanipulasi sistem Akademi. Vane muncul dan menantang Kaelen untuk duel publik satu lawan satu dengan taruhan seluruh aset Kaelen.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Rahasia di Balik Arsip

Bau ozon dan oli terbakar menyengat tajam di hanggar Sektor Bawah. Kaelen melompat turun dari kokpit Vulture, kakinya bergetar hebat saat menyentuh lantai beton yang retak. Integritas struktural mech-nya terbaca 32% pada HUD portabel yang masih terhubung. Lengan kanan Vulture terkulai, kabel-kabel hidrolik menjuntai seperti urat yang putus. Ia nyaris tidak selamat dari Labirin Sektor Utara, namun yang ia bawa pulang bukan sekadar rongsokan.

Saat ia mendekatkan kotak data kuno yang ia ambil dari inti labirin ke panel kontrol Vulture, lampu indikator yang tadinya berkedip merah tanda bahaya, justru berubah menjadi biru stabil. Frekuensi radiasi dari kotak itu tidak merusak sistem Vulture; ia justru menyelaraskan diri, menambal kebocoran data yang selama ini membuat mesinnya tidak stabil. Alarm keamanan hanggar tiba-tiba melengking. Lampu sorot oranye berputar di langit-langit, menandakan adanya anomali energi yang terdeteksi oleh sistem pengawasan Akademi. Kaelen menyambar kotak data itu dan menyembunyikannya di balik jaket kumuhnya sebelum Aris muncul dari balik tumpukan suku cadang.

"Aris, ini bukan sampah," desak Kaelen tanpa basa-basi. Ia menyeret pria tua itu menuju ruang arsip yang tersembunyi di balik dinding-dinding berkarat.

Di dalam ruang arsip yang pengap, Kaelen membanting kotak data itu ke atas meja kerja. Benda itu berdenyut dengan cahaya biru pucat, iramanya sinkron dengan detak jantung Kaelen yang memburu. "Aku hampir mati karena sensor panas yang dimanipulasi Vane. Dia tidak sekadar ingin aku gagal. Dia ingin frame ini hancur. Katakan padaku, apa sebenarnya yang disembunyikan Vane?"

Aris menatap kotak data itu, wajahnya pucat pasi. Ia tidak lagi mencoba menyangkal. Dengan jemari gemetar, ia membuka lemari rahasia dan mengeluarkan catatan teknis asli milik ayah Kaelen. "Ini bukan sekadar kode teknis, Kaelen," bisik Aris. "Ini adalah sidik jari Vane. Algoritma ini identik dengan pola enkripsi yang ia gunakan untuk memanipulasi sensor medan saat jebakan simulasi itu terjadi. Vulture yang kau kendarai adalah wadah bagi prototipe yang dicuri Vane bertahun-tahun silam. Dia tidak ingin sekadar menyingkirkanmu karena utang. Dia ingin memastikan kau tidak pernah berhasil menyelaraskan sistem itu, karena jika kau melakukannya, kebenaran tentang siapa yang sebenarnya mendanai Akademi akan terbongkar."

Kaelen merasakan dingin yang menjalar di tulang belakangnya. Ia bukan lagi sekadar pilot berutang; ia adalah ancaman bagi stabilitas seluruh Akademi. Tiba-tiba, langkah sepatu bot militer yang teratur memecah keheningan di luar hanggar. Vane muncul, ditemani dua drone pengintai yang merekam setiap sudut ruangan.

"Data yang kau ambil dari inti labirin bukan milikmu, Kaelen," suara Vane dingin, tajam, dan tanpa basa-basi. "Itu adalah properti Akademi yang dicuri. Kembalikan sekarang, atau aku akan memastikan karirmu berakhir di sini, di bawah tumpukan besi tua ini."

Kaelen berdiri tegak, dadanya membusung. Ia tahu Vane tidak berani membunuhnya di sini karena mata publik yang selalu mengawasi melalui transmisi drone. "Properti Akademi?" Kaelen tertawa getir. "Atau bukti bahwa kau mencuri prototipe ayahku untuk membangun reputasimu?"

Vane menyipitkan mata, senyum tipis yang meremehkan tersungging di bibirnya. "Kau punya nyali, Kadet. Tapi nyali tidak membayar utang, dan nyali tidak memenangkan duel. Jika kau merasa begitu berhak atas teknologi itu, mari kita buktikan di depan sponsor utama. Duel satu lawan satu. Seluruh asetmu, termasuk Vulture dan data itu, sebagai taruhannya. Jika kau kalah, kau keluar dari Akademi selamanya."

Kaelen menatap drone yang terus berputar, menyadari bahwa ini adalah panggung yang ia butuhkan. "Aku terima tantanganmu, Vane. Tapi jangan harap aku akan berhenti di sini."

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced