Novel

Chapter 5: Uji Coba di Zona Pembersihan

Kaelen menemukan bukti manipulasi Vane terhadap sensor Labirin Sektor Utara. Dengan memanfaatkan teknik overclock untuk menipu sensor, ia berhasil selamat dari jebakan mematikan tersebut, namun menyadari bahwa target sebenarnya Vane adalah prototipe ayahnya yang tersembunyi di dalam Vulture.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Uji Coba di Zona Pembersihan

Cairan pendingin neon merembes dari selang transmisi Vulture, mendesis saat menyentuh lantai hangar yang berkerak oli. Di layar diagnostik, angka integritas struktural berkedip merah—58%. Itu adalah batas kritis, angka yang seharusnya membuat mech mana pun ditarik dari daftar tugas. Namun, bagi Kaelen, itu adalah satu-satunya angka yang menentukan apakah dia akan tetap hidup atau berakhir sebagai tumpukan utang 1.250 kredit yang tidak terbayar.

"Ini bukan perbaikan, Kaelen. Ini adalah bom waktu," suara serak Aris memecah keheningan. Pria tua itu berdiri di balik tumpukan suku cadang, matanya menatap tajam melalui lensa kacamata yang retak. "Modul ilegal itu tidak menstabilkan inti daya; ia hanya memaksanya bekerja di luar batas termal pabrikan. Jika kau nekat melakukan overclock di Labirin Sektor Utara, Vulture akan meledak sebelum kau mencapai titik tengah."

Kaelen tidak menoleh. Tangannya, yang terbungkus sarung tangan penuh noda, masih sibuk mengencangkan baut pengunci pada sendi bahu mech-nya. "Aku punya waktu delapan belas jam sebelum Vane mengirimku ke sana. Jika aku tidak memaksimalkan output inti daya ini, aku bahkan tidak akan sampai di garis start."

"Vane tidak mengirimmu ke sana untuk lulus," Aris melangkah maju, suaranya merendah. "Aku memeriksa log akses simulasi tadi pagi. Vane memanipulasi sensor medan di Sektor Utara. Dia tidak hanya ingin kau kalah—dia merancang labirin itu agar Vulture hancur total di tikungan pertama. Dia ingin menghapus jejak prototipe ayahmu yang kau gunakan sebagai kerangka dasar."

Kaelen membeku. Kunci pas di tangannya jatuh ke lantai dengan dentang logam yang nyaring. Ia menatap kerangka mech-nya yang compang-camping. Selama ini, ia mengira utang hanyalah soal angka di buku besar Akademi, namun Aris baru saja mengubahnya menjadi ancaman eksistensial. Ia bukan lagi sekadar pilot miskin; ia adalah target pembersihan.

Tanpa membuang waktu, Kaelen mengakses terminal data Akademi saat sistem keamanan sedang berganti shift. Cahaya biru pucat layar terminal menyoroti wajahnya yang lelah. Pukul 04.00 pagi. Ia menyisir log simulasi yang diunggah Vane. Secara kasat mata, data itu terlihat bersih, namun saat Kaelen membandingkan parameter sensor dengan catatan teknis kuno milik Aris, ia menemukan anomali. Vane telah memanipulasi frekuensi sensor panas pada unit-unit otomatis di dalam labirin. Sensor tersebut diprogram untuk mengunci target berdasarkan jejak termal inti daya yang mengalami overclock.

Vulture miliknya bukan hanya akan bertarung melawan jebakan mekanis; ia akan menjadi sasaran empuk yang dipandu oleh algoritma simulasi itu sendiri. Vane ingin mengubah kegagalannya menjadi kecelakaan latihan yang sah.

Saat uji coba dimulai, pintu hidrolik Labirin Sektor Utara tertutup dengan dentuman yang menggelegar. Dinding labirin bukan lagi baja terawat, melainkan rongsokan tajam dan kabel beraliran listrik tinggi. Sinyal target otomatis musuh langsung mengunci Vulture. Kaelen merasakan panas berlebih mulai merambat ke kokpit. Ia tidak mencoba melawan secara frontal. Saat unit otomatis pertama menerjang, Kaelen mematikan sistem pendingin paksa, membiarkan suhu inti daya melonjak sesaat untuk menipu sensor musuh, lalu melakukan manuver slingshot di antara reruntuhan baja.

Ledakan terjadi di belakangnya saat unit otomatis menabrak jebakan hidrolik yang seharusnya ditujukan untuknya. Kaelen berhasil, namun ia tahu ini baru permulaan. Di inti labirin, ia menemukan kotak data kuno. Saat ia menyentuhnya, sistem labirin mulai runtuh karena manipulasi Vane yang panik. Kaelen keluar dari labirin dengan data tersebut, namun ia menyadari satu hal yang lebih mengerikan: Vane tidak hanya membencinya karena peringkat, tapi karena apa yang ia bawa di dalam Vulture-nya. Aris benar—prototipe ayahnya adalah alasan sebenarnya Akademi mengejar Kaelen, dan kini, permainan baru saja dimulai.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced