Pilihan Terakhir
Layar ponsel Aris berkedip merah: 04:00:00. Hitung mundur itu bukan lagi sekadar angka; itu adalah detak jantung yang dipaksakan. Di gudang Cakung yang pengap, bau kabel terbakar bercampur dengan aroma kemenyan murahan yang menyesakkan dada. Aris berdiri di tengah ruangan, napasnya memburu, matanya terkunci pada sosok yang berdiri di balik altar perunggu.
"Server sudah hancur, Danu!" teriak Aris. Suaranya memantul di dinding
Preview ends here. Subscribe to continue.