Novel

Chapter 11: Arena Pembuktian

Kael memenangkan duel publik melawan Elara dengan mengubah Frame 09 menjadi bom waktu termal, sekaligus memicu pengungkapan otomatis bukti sabotase Sektor-7 yang menghancurkan reputasi akademi.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Arena Pembuktian

Udara di dalam kokpit Frame 09 berbau ozon dan logam panas yang dipaksa melampaui batas toleransi. Kael menekan chip enkripsi terakhir ke slot data. Lampu indikator di konsol berkedip biru pucat—Protokol Hantu telah terkunci. Jika detak jantungnya berhenti atau Frame 09 hancur total, bukti sabotase Sektor-7 akan terunggah ke jaringan publik akademi. Ini bukan lagi sekadar duel peringkat; ini adalah eksekusi sistemik.

"Kael, jika kau tarik tuas itu, tidak ada jalan kembali," suara Jace melalui interkom terdengar serak, sarat penyesalan. "Vane akan menghapusmu sebelum data itu mencapai server utama."

"Biarkan dia mencoba," jawab Kael dingin. Ia tidak mencari kemenangan di atas kertas; ia mencari kehancuran fondasi yang telah membunuh keluarganya.

Kael melangkah keluar ke landasan. Arena Utama adalah kawah beton yang disesaki ribuan penonton—sebagian elit yang haus tontonan, sebagian rakyat bawah yang berharap melihat keajaiban. Di seberang, Elara berdiri di depan mech-nya. Jubah akademinya tampak klimis, namun tangannya yang mencengkeram kendali gemetar hebat.

Saat mereka berpapasan, Kael berhenti. Ia cukup dekat untuk mencium aroma oli sintetis mahal dari seragam Elara. "Kau yakin ingin melakukan ini, Elara? Atau kau takut jika aku menekan satu tombol, dunia akan tahu bahwa aktuator di bahu kanan mechnya itu adalah barang curian dari Sektor-7?"

Elara memucat, matanya membelalak. "Kau gila. Kau akan mati bersama rahasiamu."

"Aku sudah mati sejak hari itu," bisik Kael. "Sekarang, giliranmu yang merasakan ketakutan itu."

Saat gong tanda dimulai berbunyi, Elara menerjang. Mech-nya melesat dengan akselerasi ilegal yang dipasok akademi. Kael tidak membalas dengan tenaga kasar. Ia memutar pinggul Frame 09 tepat satu milimeter, membiarkan serangan Elara menyapu udara kosong. Gesekan logam terdengar nyaring, memicu percikan api yang menari di arena. Kael sengaja memancing Elara menghantam bagian yang retak, memaksa rivalnya itu mengeluarkan energi berlebih hingga sistem Elara mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan termal.

"Jangan mencoba trik murahan!" teriak Elara lewat kanal terbuka, suaranya pecah oleh panik.

Kael tidak menjawab. Ia melakukan overload termal pada inti reaktor. Frame 09 bergetar hebat, panas membakar kokpit, namun ia berhasil menjebak Elara di sudut arena. Jemarinya menari di atas konsol yang terbakar, memicu transmisi otomatis.

Layar raksasa di atas arena tiba-tiba berkedip, menampilkan dokumen-dokumen terlarang Sektor-7. Sorak sorai penonton berubah menjadi gemuruh kebingungan. Vane mencoba menghentikan pertandingan dari ruang kontrol, namun sistem sudah terkunci oleh enkripsi militer kuno. Kael melumpuhkan mech Elara tepat sebelum reaktornya sendiri mencapai titik didih. Saat ia keluar dari kokpit, ia menyadari bahwa kemenangan ini hanyalah pintu masuk menuju konspirasi global yang jauh lebih besar.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced