Novel

Chapter 10: Malam Sebelum Badai

Kael memfinalisasi modifikasi Frame 09 menjadi bom waktu termal sebagai persiapan duel final. Ia mengonfrontasi Elara dengan bukti sabotase, menjadikannya sandera dalam rencananya. Kael mengunci data di balik enkripsi militer, memastikan bahwa kematiannya di arena akan memicu pengungkapan kebenaran ke publik.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Malam Sebelum Badai

Cahaya biru redup dari monitor diagnostik memantul di wajah Kael yang kaku. Di hadapannya, Frame 09 tidak lagi tampak seperti tumpukan rongsokan; ia telah bertransformasi menjadi predator logam yang ramping. Namun, retakan mikro pada aktuator utama di bahu kiri masih menganga, sebuah pengingat akan batas fisik rangka tersebut.

"Jika kau mengunci protokol itu, tidak ada jalan kembali, Kael," suara Jace memecah keheningan bengkel. Pria tua itu berdiri di balik bayangan, jemarinya yang gemetar mencengkeram kunci pas. "Sistem enkripsi militer itu akan membakar pendinginmu dari dalam. Itu bukan modifikasi, itu bom waktu berjalan."

Kael tidak menoleh. Ia memasukkan baris kode terakhir ke dalam modul inti. Layar berkedip, menampilkan peringatan merah: OVERHEAT THRESHOLD: 98%. SYSTEM INTEGRITY: CRITICAL.

"Aku tidak butuh rangka yang bertahan satu jam, Jace. Aku hanya butuh sepuluh menit di arena," jawab Kael dingin. Ia menekan perintah eksekusi. Sebuah bunyi denting mekanis bergema—mekanisme 'Bom Waktu Termal' terkunci. Setiap pergerakan agresif kini akan memicu panas berlebih yang bisa diledakkan kapan saja untuk menghancurkan lawan, atau jika Kael gagal mengendalikannya, menghanguskan dirinya sendiri.

*

Udara malam di Sektor B terasa berat, berbau oli bekas dan logam panas. Kael berdiri di ambang pintu bengkel, tangannya tersembunyi di saku jaket, menggenggam chip data bukti sabotase Sektor-7.

Elara muncul dari balik tumpukan kontainer. Wajahnya yang biasanya angkuh kini pucat, kontras dengan seragam elit akademi yang melekat sempurna. "Hapus data itu, Kael," suaranya bergetar. "Jika Vane tahu kau memilikinya, dia tidak hanya akan menyita Frame 09. Dia akan menghapusmu dari catatan sipil sebelum matahari terbit. Aku bisa menjamin keamananmu di divisi elit jika kau menyerahkannya sekarang."

Kael tertawa kecil. "Keamanan? Kau berbicara tentang keamanan sementara kau sendiri menggunakan aktuator curian untuk mempertahankan peringkatmu? Elara, kau di sini karena kau takut. Jika aku melepaskan bukti ini ke server publik, kariermu akan tamat sebelum duel dimulai." Kael mengeluarkan chip data itu, memainkannya di antara jari-jarinya. "Bukti ini terprogram untuk terkirim otomatis ke jaringan pusat akademi jika detak jantungku berhenti di arena besok. Jadi, saranku? Pastikan aku menang, atau kita berdua akan jatuh ke jurang yang sama."

Elara mundur selangkah, matanya membelalak. Ia menyadari bahwa ia bukan lagi pemburu, melainkan sandera dari rencana Kael. Tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan menghilang ke dalam kegelapan.

*

Kael kembali masuk ke kokpit. Ruang sempit itu terasa menyesakkan. Di hadapannya, indikator suhu berkedip merah—sebuah peringatan konstan bahwa inti mesinnya kini adalah bom termal yang menunggu pemicu.

Sebuah notifikasi masuk. Pesan dari Vane muncul di layar utama: 'Serahkan data Sektor-7 dan Frame 09 sebelum fajar, atau pastikan namamu dihapus dari daftar pilot selamanya.'

Kael tidak membalas. Ia mengetikkan serangkaian perintah enkripsi militer kuno yang ia pelajari dari catatan ayahnya. Layar berkedip statis, lalu mengunci rapat. Sistem akademi tidak akan bisa menembus protokol ini tanpa memicu reaksi berantai yang akan menghancurkan data sekaligus meruntuhkan stabilitas Frame 09.

Ia memejamkan mata, memutar memori tentang kecelakaan Sektor-7. Jace mungkin telah bungkam, namun bukti digital itu kini tersimpan aman di balik enkripsi yang hanya bisa dibuka dengan kunci autentikasi militer miliknya. Lampu stadion di kejauhan mulai menyala, menandai dimulainya hari duel. Kael menarik napas dalam, menatap layar yang berkedip dengan statis. Sistem darurat sudah terpasang. Ledakan terkendali bisa menjadi senjata pamungkas—atau penghancur dirinya sendiri.

Di luar, fajar mulai menyingsing. Arena sudah dipenuhi ribuan orang yang menanti pertunjukan. Elara akan maju dengan mech yang didukung penuh oleh akademi, sementara Kael hanya memiliki satu kesempatan untuk membakar sistem dan kebohongan mereka sekaligus.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced