Bayang-bayang Konspirasi
Lampu neon koridor lantai empat berkedip, memancarkan cahaya biru pucat yang dingin ke wajah Kael. Di depannya, terminal akses pusat data akademi adalah penjaga bisu yang menyimpan rahasia kematian keluarganya. Chip peninggalan ayahnya terasa berat di saku jaket—sebuah beban yang kini menjadi satu-satunya senjata.
Kael menempelkan chip ke slot enkripsi. Akses ditolak. Otoritas level rendah. Ia tidak membuang waktu. Jemarinya menari di atas panel, memasukkan urutan enkripsi militer kuno yang ia pelajari dari catatan ayahnya. Ini adalah judi terakhir. Jika sistem keamanan mendeteksi modifikasi ilegal, alarm akan berbunyi dan Instruktur Vane akan memastikan karirnya berakhir malam ini juga.
Layar bergetar. Dekripsi Berhasil. Kael menahan napas, menelusuri arsip Sektor-7 dari sepuluh tahun lalu. Data mengalir—bukan sekadar laporan kecelakaan, melainkan log komunikasi internal akademi. Baris perintah itu muncul dengan kejam: 'Inisiasi pembersihan Sektor-7: Efisiensi lahan diutamakan. Abaikan peringatan integritas struktural.' Di bawahnya, stempel digital petinggi akademi terpampang nyata. Kael menyalin data tersebut ke chip darurat tepat saat sirine keamanan melengking, memaksanya berlari meninggalkan terminal yang kini terkunci rapat.
Koridor Sektor Administrasi terasa mencekam. Di persimpangan, Elara menghadang. Bahunya kaku, sorot matanya menyiratkan keputusasaan yang tertutup arogansi.
"Kembalikan aktuator itu, Kael," desis Elara, suaranya bergetar. "Aku tahu kau menggunakan komponen keluargaku di Frame 09 yang busuk itu. Jika aku melaporkan modifikasi ilegalmu sekarang, Vane akan mencabut izin pilotmu dalam hitungan detik."
Kael melangkah mendekat, mengabaikan ancaman itu. "Laporkan saja, Elara," sahutnya dingin. "Tapi pikirkan apa yang akan ditemukan Vane saat ia membongkar Frame 09-ku. Bukan hanya aktuator curianmu, tapi bukti bahwa keluargamu mendanai sabotase yang menghancurkan Sektor-7. Apakah kau siap jika reputasimu ikut runtuh bersama mech-ku?"
Elara terdiam, wajahnya memucat. Ia menyadari Kael memegang kartu as yang bisa menghancurkan segalanya.
Kembali ke bengkel, suasana jauh dari tenang. Jace tampak terpojok, sementara Instruktur Vane berdiri dengan seragam yang licin, jarinya mengetuk terminal portabel yang terhubung ke inti Frame 09.
"Data ini tidak sinkron, Jace," suara Vane tajam. "Ada jejak enkripsi militer kuno. Sesuatu yang seharusnya sudah terkubur. Jika aku menarik kabel ini sekarang, aku akan menemukan alasan mengapa pilot sampah seperti Kael bisa bertahan hidup di luar batas spesifikasi rangka."
Kael melangkah masuk, memaksakan ketenangan. "Instruktur Vane. Jika Anda mencari kebocoran data, lakukan pemeriksaan resmi di depan publik saat duel nanti. Jika saya terbukti bersalah, ambil Frame 09 ini. Tapi jika tidak, reputasi Anda yang akan dipertaruhkan di depan dewan penguji."
Vane terdiam, menimbang risiko sebelum menyeringai tipis. "Baik. Aku akan menunda pemeriksaan hingga duel publik. Jangan harap kau bisa lolos setelah itu."
Larut malam, di bengkel yang sunyi, Kael dan Jace meninjau bukti sabotase tersebut. Itu bukan sekadar data teknis; itu adalah daftar manifestasi logistik yang membuktikan bahwa keruntuhan sektor hunian keluarganya adalah sabotase terencana demi perluasan lahan akademi.
"Jika kau unggah ini sekarang, Kael," bisik Jace, "Akademi akan meratakan tempat ini. Mereka tidak akan membiarkan kebenaran ini sampai ke publik."
Kael menatap Frame 09 yang retak. Ia kini memiliki kebenaran yang mematikan di tangannya. Ia harus memilih: mengungkap kebenaran sekarang dan kehilangan mech-nya, atau menunggu duel final untuk menjadikan kemenangan di arena sebagai panggung pengungkapan kebenaran.