Novel

Chapter 7: Retakan pada Topeng Elit

Kael berhasil memojokkan Elara dalam sesi latihan dengan memanfaatkan aktuator curian yang terpasang di Frame 09. Saat Elara kehilangan kendali emosional, Kael menemukan data di dalam chip peninggalan ayahnya yang membuktikan bahwa kecelakaan keluarganya adalah sabotase akademi.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Retakan pada Topeng Elit

Lampu neon di langit-langit Ruang Simulasi Sektor-7 berkedip ritmis, memantul di atas bodi Frame 09 yang penuh goresan. Kael tidak punya waktu untuk mengagumi keheningan hanggar. Di depannya, Elara berdiri dengan mech kelas elitnya yang berkilau—sebuah kontras yang menyakitkan dengan rangka Kael yang tampak seperti tumpukan besi tua yang disatukan oleh keberuntungan dan oli bekas.

"Kau pikir modifikasi ilegal itu akan melindungimu selamanya, Kael?" Suara Elara menggema melalui kanal komunikasi publik, dingin namun bergetar. "Instruktur Vane sudah menunggu alasan untuk mencabut lisensimu. Hari ini, aku akan memberikannya."

Kael tidak menjawab. Ia merasakan nyeri berdenyut di telapak tangannya—bekas luka dari proses pencurian komponen yang kini tertanam di aktuator utama Frame 09. Ia menarik napas dalam, memusatkan perhatian pada layar diagnostik yang menunjukkan tekanan termal merambat naik. Jika ia memaksakan gerakan di atas batas aman, sistem pendingin yang ia modifikasi dengan enkripsi militer kuno itu bisa meledak. Instruktur Vane muncul di balkon pengamatan, tangannya bersedekap, matanya menatap tajam ke arah Frame 09 seolah sedang menatap hama yang harus dibasmi.

"Mulai," perintah Vane singkat.

Elara tidak membuang waktu. Valkyrie-S miliknya meluncur maju dengan kecepatan yang mustahil bagi pilot biasa, pedang laser terhunus tepat ke arah titik lemah di bahu kiri Kael. Kael tidak menghindar. Ia justru menghentakkan tuas, memaksa Frame 09 melakukan drift ekstrem yang mempertaruhkan stabilitas rangka yang sudah retak. Bunyi logam beradu memekakkan telinga. Percikan api menyembur dari sambungan lengan kanan Kael, namun ia berhasil menahan serangan Elara tepat di titik tumpu bahu yang lemah.

Cahaya biru di arena berkedip, memantulkan keringat yang menetes di pelipis Kael. Melalui sensor bidik yang sudah terpatri kasar, ia melihat panas berlebih pada aktuator bahu kiri Elara. Sebuah retakan kecil pada sistem pendingin, akibat tekanan yang diberikan Kael sejak awal sesi.

"Kau terlalu fokus menjaga reputasi, Elara," gumam Kael, tangannya menari di atas konsol yang bergetar hebat. "Satu gerakan salah, dan seluruh rahasia tentang aktuator curian itu akan terekspos di layar publik."

Sistem peringatan di kokpit Elara berbunyi nyaring. Warning: Critical Structural Strain. Elara tidak melepaskan serangan, tetapi Kael bisa melihat melalui sensor optiknya; napas gadis itu memburu, dan matanya membelalak di balik kaca kokpit. Topeng elitnya retak. Kael melihat ketakutan yang sama dengan miliknya—ketakutan akan sistem yang memakan pilotnya sendiri.

Kael menarik diri tepat sebelum serangan penghabisan, mematikan sistem pendingin paksa saat Jace memberi kode melalui saluran privat. "Keluar sekarang, Kael! Vane sedang berjalan ke sini dengan protokol pembersihan data," desak Jace.

Kael berdiri di kokpit Frame 09, jemarinya yang terbalut perban kasar gemetar. Elara masih terpaku di seberang hanggar, napasnya tersengal melalui sistem audio eksternal. "Kau curang," bisik Elara melalui kanal terbuka. "Aktuator itu milik keluargaku. Kau menggunakan barang curian untuk mengalahkan elit akademi?"

"Aku menggunakan apa yang tersisa dari kegagalan kalian," balas Kael dingin. "Jika kau ingin mengambilnya kembali, pastikan kau siap menjelaskan kenapa sebuah aktuator kelas atas bisa berada di tangan pilot sampah sepertiku."

Elara terdiam, menatap Kael dengan kebencian yang bercampur dengan kebingungan. Di balik cengkeraman ketegangan itu, Kael menyadari satu hal: chip data peninggalan ayahnya di dalam aktuator itu bukan sekadar komponen. Saat ia memindai kode tersembunyi di balik enkripsi militer tersebut, sebuah data mentah terurai di layar—sebuah catatan log yang membuktikan bahwa kecelakaan keluarga Kael bukanlah kegagalan teknis, melainkan sabotase sistematis oleh akademi. Kael menatap Frame 09 yang terengah-engah, menyadari bahwa ia tidak lagi hanya berjuang untuk utang, melainkan untuk kebenaran yang mematikan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced