Novel

Chapter 5: Tekanan di Sektor Industri

Kael berhasil menyamarkan aktuator curian milik keluarga Elara dengan oli dan taktik sabotase diri saat audit forensik akademi. Meski lolos, ia kini berada dalam pengawasan ketat instruktur sebagai 'anomali' yang harus segera disingkirkan, sementara Frame 09 menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan energi yang berbahaya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Tekanan di Sektor Industri

Bunyi detak jam di dinding bengkel Jace terdengar seperti palu hakim yang menghantam landasan. Kael menatap Frame 09 yang teronggok di tengah ruangan, kerangka logamnya yang retak kini menopang aktuator baru—sebuah komponen curian yang diukir dengan segel elang perak, lambang kebanggaan keluarga Elara. Jika inspektur audit akademi melihat tanda itu saat pemindaian forensik dalam empat puluh menit ke depan, Kael tidak hanya akan dikeluarkan; ia akan berakhir di penjara sektor bawah dengan tuduhan pencurian aset kelas atas.

"Kael, hentikan," suara Jace serak, tangannya gemetar saat memegang obeng. "Segel itu terlalu mencolok. Kalau mereka memindai bagian itu, kita tamat."

Kael tidak menjawab. Ia meraih kain lap kasar, mencelupkannya ke dalam oli hitam pekat yang tercampur debu logam. Dengan gerakan cepat dan terukur, ia mengoleskan pelumas kotor itu ke permukaan aktuator, menutupi segel perak hingga tampak seperti noda kebocoran hidrolik akibat kerusakan struktural pasca-duel. Ia harus membuat komponen itu terlihat seperti barang rongsokan yang dipaksakan berfungsi, bukan aset curian yang canggih.

"Ini bukan soal menyembunyikan, Jace. Ini soal membuat mereka tidak ingin menyentuhnya," bisik Kael. Ia mengencangkan baut terakhir, merasakan denyut nyeri di telapak tangannya yang tersayat logam tajam saat ia mencuri aktuator itu di zona reruntuhan tadi pagi.

Baru saja ia meletakkan kunci pas, bayangan seseorang jatuh di pintu bengkel. Elara berdiri di sana, seragam akademi miliknya tampak kontras dengan kekumuhan bengkel. Senyumnya tipis, dingin, dan penuh perhitungan.

"Kerja yang berantakan, Kael. Atau mungkin, kau memang sengaja membuat semuanya tampak rusak agar tidak ada yang berani memeriksa lebih dalam?" Elara melangkah masuk, matanya menyapu Frame 09 dengan tatapan predator. "Aku tahu kau mendapatkan komponen itu dari mana. Sektor-7 tidak memiliki aktuator dengan spesifikasi presisi seperti itu kecuali milik keluarga kami."

Kael berdiri tegak, menyembunyikan tangannya yang berdarah di balik punggung. "Jika kau yakin itu milikmu, laporkan saja. Tapi ingat, kalau kau salah, kau baru saja menuduh pilot Tier Menengah melakukan pencurian tanpa bukti. Itu bisa membatalkan duel kita."

Elara terdiam, matanya menyipit. Ia tidak bisa mengambil risiko kehilangan duel publik yang akan menentukan reputasinya. "Aku akan menunggu hasil audit nanti. Jika satu saja kode sistemmu terdeteksi sebagai anomali, aku sendiri yang akan memastikan kau tidak akan pernah menyentuh kokpit lagi."

Setelah Elara pergi, Kael segera menyambungkan chip data peninggalan ayahnya ke dalam sistem pendingin yang baru ia modifikasi. Ia menggunakan Protokol Hantu—teknik enkripsi militer kuno yang ia pelajari dari catatan ayahnya—untuk menyamarkan sinyal energi chip tersebut sebagai kebisingan latar belakang sistem. Saat ia menekan tombol sinkronisasi, Frame 09 bergetar. Dengungan mesin yang kasar berubah menjadi irama rendah yang efisien, namun peringatan merah berkedip di HUD: Ketidakstabilan energi terdeteksi.

Satu jam kemudian, di arena duel, dua instruktur akademi berdiri di depan Frame 09. Mereka memindai aktuator utama dengan sensor inframerah.

"Output termal tidak konsisten," ujar instruktur pria itu, alisnya bertaut. "Ada lonjakan energi yang tidak sesuai spesifikasi."

Kael menahan napas, memanipulasi data output sensor untuk memicu simulasi galat sistem. "Hasil modifikasi darurat akibat kerusakan duel kemarin, Pak. Saya terpaksa melakukan bypass agar bisa tetap berpartisipasi," jawab Kael tenang.

Garis merah peringatan berkedip liar, lalu perlahan memudar menjadi hijau setelah sinkronisasi paksa berhasil menipu sensor. Kael lolos audit. Namun, saat ia melangkah ke arena, ia melihat instruktur mencatat sesuatu di tablet digitalnya: Anomali yang harus dibersihkan.

Penonton bersorak saat Kael masuk ke arena. Ia menang, ia bertahan, namun ia tahu ini hanyalah penundaan. Di balik kemudi, ia merasakan Frame 09 bergetar hebat—sebuah pengingat bahwa setiap kemenangan yang ia raih hanyalah bahan bakar untuk kehancurannya sendiri.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced