Novel

Chapter 4: Rahasia di Balik Kode Terlarang

Kael menyembunyikan chip data terlarang peninggalan ayahnya ke dalam aktuator Frame 09 yang rusak tepat sebelum audit keamanan akademi. Ia kemudian menghadapi Elara di hanggar, di mana ia menyadari bahwa komponen yang ia gunakan untuk perbaikan ternyata adalah aset curian milik keluarga Elara, menambah risiko hukuman jika audit dilakukan.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Rahasia di Balik Kode Terlarang

Bau oli terbakar dan logam panas menyengat di bengkel bawah tanah Sektor-7. Kael menatap Frame 09 yang teronggok seperti bangkai besi; aktuator bahu kanannya retak memanjang, memuntahkan pelumas hitam yang berkilau di bawah lampu neon yang berkedip. Setiap tetes pelumas yang jatuh adalah pengingat akan utang yang terus membengkak.

"Ini tidak akan bertahan untuk babak kualifikasi, Jace," desis Kael. Suaranya serak, menahan frustrasi. "Biaya perawatan Tier Menengah sudah menyedot seluruh sisa kreditku. Jika aktuator ini tidak segera pulih, aku akan menjadi sasaran empuk di arena nanti."

Jace, pria tua dengan tangan penuh bekas luka bakar, tidak menoleh. Ia menatap layar holopad yang menampilkan deretan kode yang tidak lazim. "Lupakan aktuator untuk sementara, Kael. Lihat ini."

Kael mendekat, menyeka peluh dari dahinya. Di layar, chip data milik ayahnya—peninggalan yang ia temukan di reruntuhan—tengah didekripsi. Bukan aliran data biasa yang muncul, melainkan deretan perintah sistem yang terenkripsi dengan protokol militer era Perang Konsolidasi. "Ini kode terlarang," gumam Jace, jemarinya gemetar. "Dulu, ayahmu selalu bicara tentang sistem yang bisa memanipulasi peringkat dari dalam. Aku pikir dia hanya membual, tapi ini... ini adalah kunci untuk menghancurkan mereka semua."

Namun, ketenangan bengkel itu pecah seketika. Sistem monitor usang di sudut ruangan menjeritkan alarm. Deretan baris kode merah merayap cepat di layar, menandakan adanya intrusi digital. Jace melompat dari kursinya, wajahnya pucat pasi. "Sialan! Akademi melacak anomali energi dari modifikasi ilegal yang kau gunakan saat duel tadi. Mereka sedang melakukan pemindaian keamanan mendadak di seluruh Sektor-7!"

Kael merasakan jantungnya berdegup kencang. Jika drone pemindai akademi menemukan chip ini—benda yang menyimpan kunci akses terlarang ke sistem pusat—tamatlah riwayatnya. Ia menatap chip kecil itu, lalu beralih ke Frame 09 yang teronggok di sudut bengkel.

"Sembunyikan!" desak Jace sambil mencabut kabel terminal dengan kasar, memicu percikan api biru. Kael tidak punya waktu untuk berpikir panjang. Ia meraih chip tersebut, membuka panel akses aktuator yang retak, dan menyelipkan data berharga itu ke dalam sistem enkripsi mesinnya sendiri. Saat ia menutup panel, bunyi dengung drone patroli sudah terdengar di atas atap bengkel.

Kael segera bergegas menuju hanggar akademi. Ia menemukan Elara berdiri di samping Frame 09, matanya yang tajam menelusuri setiap inci rangka mechnya. Seragam elit gadis itu tampak mencolok di antara debu hanggar.

"Audit forensik akan dimulai dalam satu jam, Kael," ujar Elara dingin, tanpa menoleh. "Aku sudah melaporkan kejanggalan pada output daya saat duel kemarin. Akademi tidak akan membiarkan pilot 'sampah' menutupi kecurangan dengan manuver nekat."

Kael menahan napas. Saat ia mendekat, ia menyadari sesuatu yang membuat darahnya membeku. Komponen aktuator yang ia curi dari pasar gelap untuk memperbaiki Frame 09—komponen yang kini terpasang di bahu mechnya—memiliki ukiran segel kepemilikan keluarga Elara yang hilang bertahun-tahun lalu. Jika audit itu membongkar cangkang pelindung, bukan hanya modifikasi ilegal yang akan terungkap, tapi juga tuduhan pencurian aset keluarga elit.

"Lakukan saja jika kau punya nyali untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik sistem peringkat ini," tantang Kael, suaranya parau namun stabil. Ia memposisikan tubuhnya untuk menutupi panel akses utama. Kemenangan di arena kini bukan lagi sekadar soal promosi, melainkan satu-satunya cara untuk bertahan hidup dari audit yang akan menghancurkannya. Elara menatapnya dengan senyum tipis yang penuh ancaman, dan Kael tahu, setiap detik yang berlalu adalah hitungan mundur menuju kehancurannya.

Jace menatap artefak itu dengan gemetar: "Ini bukan sekadar kode, ini adalah kunci untuk menghancurkan mereka semua."

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced