Tangga yang Semakin Tinggi
Lampu neon di langit-langit bengkel Sektor-7 berkedip, melemparkan bayangan tajam pada aktuator hidrolik Frame 09 yang tampak seperti luka menganga. Kael menyapu debu logam dari permukaan rangka itu. Jemarinya gemetar saat menyentuh retakan mikro yang menjalar dari sendi bahu—tanda nyata bahwa sistem pendingin ilegalnya telah memaksakan beban di luar batas spesifikasi pabrik.
"Ini bukan sekadar aus, Kael," ujar Jace, suaranya parau. Pria tua itu melemparkan kunci pas ke meja kerja dengan dentuman keras. "Sistem pendinginmu memakan energi dari struktur utama. Jika kau memaksanya di arena, rangka ini akan hancur sebelum kau sempat menarik pelatuk."
Kael tidak menoleh. Matanya terpaku pada layar monitor yang menampilkan data audit. "Aku tidak punya pilihan, Jace. Elara sudah mencium bau modifikasi ini. Jika aku tidak bertarung, akademi akan menyita semuanya. Utang ayahku, rumah ini, semuanya akan ludes."
"Jika kau bertarung dengan kondisi begini, kau akan mati di dalam kokpit," balas Jace, mendekat. Ia menunjuk ke arah retakan yang mulai melebar. "Sistem akademi sekarang memantau setiap mikron pergerakanmu. Mereka menunggu kau melakukan kesalahan fatal di depan umum."
Kael meraih chip data peninggalan ayahnya yang terselip di saku. Ia tidak menjawab, namun keputusannya sudah bulat: ia akan mengoptimalkan 'Protokol Hantu' untuk mengompensasi kelemahan struktur itu. Ia tidak butuh ketahanan, ia hanya butuh kecepatan yang tidak bisa dilacak.
*
Bau ozon dan pelumas sintetis yang tajam menyengat hidung Kael saat ia melangkah keluar dari hanggar. Elara sudah menunggu di persimpangan koridor utama, bersandar pada pilar baja dengan lengan terlipat. Di balik seragam elitnya yang bersih, tatapan matanya tajam, mengunci Kael seolah ia adalah serangga di bawah mikroskop.
"Langkah yang cukup berani, Kael. Atau mungkin, hanya langkah bunuh diri yang beruntung?" suara Elara dingin, terukur.
Kael tidak berhenti. "Aku tidak punya waktu untuk drama elitmu, Elara."
Elara terkekeh. Ia melangkah maju, menghalangi jalan Kael. "Pekerjaan? Maksudmu menambal kebocoran hidrolik yang sengaja kau buat untuk menutupi lonjakan suhu sistem? Aku sudah melihat log auditmu. Protokol Hantu itu... teknologi kuno yang kau gunakan tidak akan bertahan di arena terbuka. Aku akan memastikan sistem mencatat kegagalanmu, dan saat itu terjadi, kau bukan hanya akan kehilangan peringkat, kau akan kehilangan akses ke akademi selamanya."
Kael tetap tenang, namun ia menyadari bahwa Elara memiliki akses ke data audit yang seharusnya rahasia. Sesuatu di dalam sistem sedang bocor, dan Elara memegang kendali atas pintu keluarnya.
*
Di Arena Sektor-7, asap hitam pekat menyembur dari ventilasi punggung Frame 09. Kael merasakan getaran hebat merambat hingga ke tulang belakangnya; aktuator utama di lengan kanannya menjerit. Di depannya, unit standar akademi bersiap untuk serangan pemungkas. Peringatan merah di layar HUD Kael berkedip liar: Struktural Integritas: 14%.
Kael memejamkan mata sejenak, membiarkan memori tentang buku catatan ayahnya menuntun jarinya. Ia memutus pembatas arus listrik, mengalirkan beban berlebih ke motor penggerak. Seketika, Frame 09 bergerak dengan kecepatan yang mustahil. Sebelum lawan sempat bereaksi, Kael melakukan manuver sidestep presisi tinggi, mengunci aktuator lawan, dan melumpuhkannya dengan satu hantaman kinetik tepat di titik lemah perisai.
Kemenangan itu diraih, namun Frame 09 mengeluarkan suara logam yang patah. Kael menang, tapi mesinnya hampir hancur berkeping-keping.
*
Kembali ke ruang kontrol bengkel, layar monitor utama berkedip merah: 'Audit Selesai. Peringkat Pilot: Kael – Kenaikan Tier Menengah. Sanksi Penyesuaian Biaya: Aktif.'
Kael mengumpat. Kenaikan tier berarti biaya perawatan tiga kali lipat lebih mahal. Belum sempat ia bernapas, sebuah jendela notifikasi muncul: simbol keluarga Elara—sebuah tantangan duel resmi yang dikunci secara publik.
Jace, yang sedari tadi terdiam, sedang membongkar artefak peninggalan ayah Kael. Ia memasukkan chip data itu ke terminal kuno. Layar monitor tiba-tiba menampilkan kode-kode yang belum pernah dilihat Kael sebelumnya. Jace menatap artefak itu dengan gemetar: "Ini bukan sekadar kode, Kael. Ini adalah kunci untuk menghancurkan mereka semua."