Dokumen yang Mengubah Segalanya
Lampu kristal di lobi Prasetya & Partners masih berpijar angkuh, namun koridor lantai eksekutif sudah senyap, menyisakan derap sepatu Arini yang diredam karpet tebal. Konferensi pers baru saja usai—sebuah sandiwara publik yang menempatkan cincin berlian di jarinya dan sebuah jerat emas di lehernya. Adrian sedang terjebak dalam rapat darurat dengan dewan direksi, memberinya jendela waktu sempit yang tak mungkin ia sia-siakan.
Arini mendorong pintu ruang kerja Adrian yang sedikit renggang. Ruangan itu dingin, berbau kayu cendana dan kertas tua. Ia tidak mencari kemewahan; ia mencari bukti. Tangannya gemetar saat ia menelusuri tump
Preview ends here. Subscribe to continue.