Di Bawah Tekanan Publik
Apartemen Arini bukan lagi tempat perlindungan; itu adalah akuarium yang diawasi. Di atas meja kayu jati, sebuah amplop cokelat terbuka. Isinya bukan surat tagihan, melainkan foto Arka yang sedang bermain di taman sekolah. Sudut pengambilan gambarnya—dari balik dahan pohon yang rimbun—menandakan pengintai itu tidak hanya tahu siapa Arka, tapi juga di mana dia bernapas.
"Kau sudah melihatnya?" Suara Adrian memecah kesunyian. Dia berdiri di ambang pintu balkon, bayangannya memanjang, menelan ruang tamu.
Arini meremas pinggiran meja hingga buku jarinya memutih. "Bagaimana mereka bisa masuk? Kunci ini hanya aku yang memegangnya. Atau setidaknya, itu yang kukira."
Adrian melangkah mende
Preview ends here. Subscribe to continue.