Harga dari Sebuah Kebenaran
Jakarta Selatan pukul dua dini hari adalah labirin beton yang dingin. Arini tidak menunggu lift; ia menuruni tangga darurat dengan napas tertahan, sepatu hak tingginya dijinjing agar tidak menimbulkan gema di lorong yang sunyi. Di dalam tas selempangnya, dokumen identitas palsu dan foto Arka terasa seperti beban yang menghujam bahu. Dua hari lagi, rumahnya disita. Jika ia tidak pergi sekarang, ia akan terkunci dalam sangkar yang dibangun Adrian Prasetya.
Namun, saat ia mencapai lobi, langkahnya terhenti. Dua
Preview ends here. Subscribe to continue.