Rahasia yang Terbuka Sedikit
Pintu apartemen Arini tertutup dengan bunyi debuman yang menyisakan keheningan mencekam. Di balik pintu itu, gema suara Adrian di koridor masih terasa seperti ancaman yang tertinggal. Arini menyandarkan punggungnya pada daun pintu yang dingin, napasnya memburu. Di atas meja ruang tamu, surat peringatan terakhir dari bank tergeletak—selembar kertas yang menentukan apakah putranya, A.P., akan tetap memiliki atap untuk bernaung atau menjadi tunawisma dalam dua hari ke depan.
Makan malam keluarga Prasetya tadi adalah bencana yang nyaris meledak. Hendra tahu inisial putranya, dan Adrian—dengan tatapan tajam dan cengkeraman posesifnya—telah menggunakan ancaman bisnis untuk membungkam pria itu. Namun, perlindungan Adrian bukanlah sebuah kebaikan;
Preview ends here. Subscribe to continue.