Makan Malam yang Mematikan
Cermin di ruang ganti apartemen Arini memantulkan sosok yang tidak ia kenali. Gaun sutra midnight blue itu membalut tubuhnya dengan presisi yang menyiksa, seolah dirancang bukan untuk kecantikan, melainkan untuk memastikan ia tidak bisa bergerak bebas. Di lehernya, kalung berlian pemberian Adrian terasa seperti borgol dingin yang menempel pada kulit.
"Jangan mencoba melepaskannya," suara Adrian memecah keheningan dari ambang pintu. Pria itu berdiri dengan setelan jas bespoke yang sempurna, matanya menyapu penampilan Arini dengan tatapan seorang pemilik yang sedang menginspeksi aset berharganya. Arini memutar tubuh, menatap Adrian dengan dagu terangkat meski jantungnya berpacu dalam irama panik.
"Ini berlebihan. Kita hanya akan makan malam dengan keluargamu, bukan men
Preview ends here. Subscribe to continue.