Sandiwara di Balik Lensa
Arini menatap pantulan dirinya di cermin apartemen. Gaun hitam sutra yang dikirim kurir Adrian pagi tadi terasa seperti belenggu—potongannya terlalu elegan, terlalu mahal, dan terlalu menuntut perhatian. Di atas meja rias, kotak perhiasan terbuka. Kalung berlian tipis itu tampak dingin saat menyentuh kulitnya, sebuah simbol status yang kini harus ia kenakan demi melunasi sisa waktu tiga hari sebelum rumahnya disita.
Ia menolak asisten yang dikirim Adrian untuk membantunya. Ia tidak ingin ada orang asing yang menyentuh tubuhnya, atau l
Preview ends here. Subscribe to continue.