Novel

Chapter 1: Tanda Tangan di Atas Luka

Arini terdesak oleh ancaman penyitaan rumah dan tagihan medis putranya. Ia terpaksa menemui Adrian Prasetya, mantan kekasihnya, di sebuah firma hukum. Adrian menawarkan kesepakatan pertunangan palsu sebagai ganti pelunasan utang. Arini menandatangani kontrak tersebut, menyembunyikan rahasia tentang putranya demi keamanan, sementara Adrian mulai menunjukkan obsesi protektif yang berbahaya.

Release unit15% free previewIndonesian / Bahasa Indonesia
Preview active

This release is currently served with by_percent · 15 rules.

Upgrade Membership
15% preview Subscribe to continue the serialized release.

Tanda Tangan di Atas Luka

Surat peringatan penyitaan itu tergeletak di atas meja dapur, sebuah dokumen resmi dengan kop firma hukum ternama yang tampak kontras dengan sisa sarapan dingin putranya. Arini menatap amplop cokelat itu. Tiga hari. Itu batas waktu yang tersisa sebelum segel sita menempel di pintu rumahnya—satu-satunya benteng yang ia miliki untuk menjaga putranya dari dunia luar yang kejam.

Ia tidak menangis. Air mata adalah kemewahan yang tidak bisa ia beli dengan gaji staf administrasi. Arini merapikan rambutnya, lalu memasukkan dokumen itu ke dalam tas dengan gerakan mekanis. Di saku blazer usangnya, jemariny

Preview ends here. Subscribe to continue.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced