Novel

Chapter 9: Chapter 9

Raka berhasil melewati uji ulang dengan efisiensi 95,2% menggunakan komponen dari Sari Wulan, namun keberhasilan tersebut justru menarik perhatian sponsor korporasi yang kini mengklaim hak atas frame-nya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 9

Layar monitor di ruang kontrol Proving Ground berkedip merah, memancarkan cahaya yang membuat wajah Instruktur Halim tampak seperti topeng besi. Hitung mundur di sudut kanan atas berdetak tanpa ampun: 29:42. Raka Aditya berdiri di tengah arena, merasakan denyut nyeri di bahu kirinya. Di balik pelat servis, servo kiri mech-nya mengerang—suara logam beradu yang nyaris menyerupai rintihan hewan terluka. Daya cadangan tersisa 11,4%. Itu bukan sekadar angka; itu adalah vonis mati bagi kariernya.

“Sistem mendeteksi anomali data, Raka,” suara Halim memecah kesunyian yang mencekam. “Tiga puluh menit untuk uji ulang. Jika efisiensimu turun di bawah 90% atau sistem kembali mendeteksi kode ilegal, aksesmu ke Proving Ground dicabut permanen. Tidak ada banding.”

Jendra Kharis berdiri di dekat pintu, melipat tangan di dada dengan senyum tipis yang merendahkan. “Jika dia benar-benar punya bakat, dia tidak akan keberatan dengan audit. Tapi kita semua tahu, kadet bawah selalu punya cara untuk menutupi kelemahan dengan kode curian.”

Raka tidak menoleh. Ia tahu Jendra hanya ingin memancingnya ke dalam debat yang membuang waktu. Ia berbalik dan berlari menuju kios salvage Sari Wulan, lorong sempit yang berbau oli panas dan keputusasaan.

Sari sedang duduk di balik meja, matanya tajam mengamati Raka yang terengah-engah. “Kau terlambat dua menit. Servomu akan macet total sebelum kau mencapai garis start.”

“Aku butuh servo kiri H-9,” desak Raka, napasnya memburu. “Sekarang.”

Sari mengetuk meja logamnya. “Harganya bukan kredit, Raka. Aku butuh akses log tempurmu yang tersisa. Enkripsi mentah dari data anomali itu.”

Itu adalah aset terakhirnya—satu-satunya hal yang membedakannya dari kadet biasa. Namun, jika ia gagal hari ini, log itu tidak akan berguna di tangan seorang pengangguran. Raka mengangguk tegas. Sari segera melemparkan komponen servo bekas namun berfungsi baik ke atas meja. Dengan tangan gemetar, Raka memasangnya di lorong bengkel, mengabaikan peringatan sistem tentang ketidakstabilan struktur. Ia kini telanjang di depan sistem, tanpa 'asuransi' data, hanya mengandalkan insting dan sisa daya 11,4%.

Kembali ke arena, Naya Arsel sudah menunggu dengan wajah datar. “Uji ulang. Bersih. Sah. Jika ada satu saja kode asing, aksesmu dicabut permanen.”

Saat Raka masuk ke lintasan, Jendra mencoba mengintervensi melalui radio, namun Naya memutus frekuensinya dengan satu gerakan tangan tegas. Raka menarik tuas. Frame-nya melesat, servo kirinya bergetar hebat, namun ia memaksanya menahan beban di tikungan tajam. Ia melakukan manuver yang melampaui rekor sebelumnya, presisi yang lahir dari keterpaksaan. Layar besar di tribun berkedip: 95,2%.

Keheningan melanda tribun. Raka berhasil, namun tepat saat ia melintasi garis finis, frame-nya mati total, kehilangan seluruh daya. Ia keluar dari kokpit dengan tubuh lemas, bau logam hangus menyengat. Kemenangan itu terasa nyata, namun instan berubah menjadi ancaman baru saat seorang pria berjas abu-abu dengan lambang korporasi asing mendekati Halim.

“Frame itu bukan milikmu lagi, Kadet,” ujar pria itu dingin. “Data tempur yang kau olah telah menarik perhatian sponsor luar. Kami memiliki hak akuisisi atas unit yang terbukti melampaui ambang batas 90 persen. Penawaran sudah dikirim ke administrasi.”

Raka menatap layar peringkat yang menempatkan namanya di puncak, namun hatinya mencelos. Ia baru saja membuktikan bakatnya, hanya untuk menyadari bahwa ia kini menjadi buruan bagi mereka yang ingin merampas satu-satunya alat pendakiannya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced