Novel

Chapter 6: Chapter 6

Raka berhasil mencatatkan efisiensi 91% dalam uji lintasan, memicu pengawasan ketat dari sistem dan tantangan resmi dari Jendra Kharis. Ia kini terjebak dalam dilema antara menjual data pola gerakannya kepada Sari Wulan demi suku cadang atau memaksakan frame yang sudah kritis untuk uji pembanding elite melawan Naya Arsel.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 6

Alarm merah di ruang kontrol Proving Ground berdenyut, memantulkan cahaya dingin ke wajah Raka Aditya. Napasnya tersengal, sisa-sisa oli panas masih menempel di jemarinya yang gemetar. Di atas visor, hitung mundur berdetak: 00:19. Sembilan belas detik sebelum slot elite itu ditarik paksa oleh sistem.

Panel status frame-nya berkedip kuning: ANOMALI. Angka respons servo kiri—0,17 detik—masih menyala, sebuah angka yang seharusnya mustahil bagi rangka rongsokan.

“Masih bisa jalan?” suara Instruktur Halim memecah kebisingan tribun. Pria itu berdiri di platform pengawas, matanya tajam, tidak memberikan ruang bagi keraguan. “Kalau kau memaksa dan frame itu mengunci, fasilitas yang menanggung kerugian. Jangan sentuh proteksi inti.”

Raka tidak menjawab. Ia mengunci pengait dada, merasakan getaran mesin yang tidak stabil. Di tribun, bisik-bisik kadet berubah menjadi cemoohan yang terukur. Mereka tidak menunggu Raka menang; mereka menunggu kapan frame murah itu hancur.

Naya Arsel melangkah ke posisi di jalur sebelah. Frame-nya bersih, tanpa noda oli. Visornya diturunkan setengah, memperlihatkan sorot mata yang menantang. “Jadi ini yang membuat sistem membuka slot elite?” suaranya dingin, memotong udara arena. “Seorang anomali yang mempertaruhkan nyawa demi satu angka?”

“Kalau perlu, aku pecahkan rekormu juga,” balas Raka singkat.

Lampu start berubah hijau. Raka melesat. Servo kiri menyahut dengan hentakan kasar. Ia memotong sudut lintasan, memanfaatkan pola gerakan non-standar yang ia pelajari dari data mentah.

Efisiensi: naik 4%.

Naya mempercepat laju, menutup ruang gerak Raka. Raka memutar bahu, menahan pusat berat, dan melakukan langkah silang yang kasar namun efektif.

Efisiensi: naik 9%.

Kumparan panas di lengan kiri mulai mengeluarkan asap tipis. Peringatan di visor berkedip: beban servo meningkat. Raka tidak punya kredit untuk melambat. Ia menekan frame hingga batas, membiarkan sendi-sendi logam berderit protes. Saat ia melewati garis finis sementara, papan skor menyala terang: Efisiensi 91%.

Keheningan menyelimuti arena. Angka itu terlalu tinggi untuk frame sekelas miliknya.

Belum sempat Raka menstabilkan napas, sistem pusat mengeluarkan peringatan baru: Beban tambahan terdeteksi. Validasi lanjutan disiapkan.

Sari Wulan muncul di galeri servis, tablet di tangannya menampilkan daftar harga komponen yang melonjak tajam. “Data gerakmu sudah jadi komoditas, Raka,” bisiknya saat Raka turun dari kursi. “Pasar sekte tidak melihat bakat, mereka melihat aset. Kalau kau mau frame ini bertahan di uji berikutnya, kau harus menjual data polamu sekarang.”

Jendra Kharis masuk ke ruang komando, wajahnya tenang namun penuh tekanan. “Instruktur Halim, jika sistem sudah menandai anomali, uji pembanding harus dinaikkan ke standar elite penuh. Biarkan dia membuktikan diri di bawah pengawasan manual.”

Halim mengangguk pelan. “Jalur pembanding resmi dibuka. Rekamannya naik ke layar publik.”

Slot elite Raka terkunci sementara. Di depannya, jalur baru menyala, lebih sempit dan lebih mematikan. Raka melangkah kembali ke kursi uji, namun indikator daya frame-nya turun ke 12%.

Di ujung jalur, pilot lain bersiap. Raka harus memilih: memecahkan rekor efisiensi dan membiarkan frame-nya mengunci, atau melambat dan kehilangan slot elite selamanya.

Mesinnya mulai menolak beban. Raka menatap papan skor, lalu ke jalur yang menyempit di depannya. Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced