Ujian Akhir yang Mematikan
Sirine merah meraung, membelah kesunyian hanggar dengan ritme yang mencekik. Arka berlari, sepatu botnya menghantam kisi-kisi logam. Di belakangnya, derap langkah unit keamanan akademi bergema—sebuah perburuan yang tak lagi menyembunyikan niat. Arka bukan lagi kadet kelas bawah; dia adalah anomali yang harus dihapus.
"Tiga menit, Arka!" suara Jaka di radio terdengar serak, terdistorsi oleh interferensi sistem. "Sektor B-9 terkunci. Jika kau tidak mencapai A-774 sekarang, sistem akan melakukan purge total pada data prototipe di dalam inti mech-mu."
Arka tidak menjawab. Fokusnya terkunci pada terminal akses di ujung koridor. Tangannya menari di atas layar holografik, memasukkan barisan kode yang ia curi dari sistem pertahanan kuno. Layar berkedip: Akses Diterima. Pintu hanggar raksasa terbuka dengan lengkingan hidrolik yang menyakitkan telinga. Di sana, A-774 berdiri—kerangka baja yang tampak ringkih namun menyimpan rahasia yang mengguncang akademi. Sinkronisasi protokol 'Overdrive' mencapai 100%.
Saat Arka melompat ke dalam kokpit, Elena sudah berdiri di tengah arena, Valkyrie-Prime miliknya berkilau angkuh di bawah lampu sorot. Wajahnya pucat, namun matanya memancarkan kebencian murni.
"Kau pikir ini kemenangan?" Elena berteriak melalui kanal publik, suaranya bergetar. "Kau hanya tikus yang menemukan kunci pintu yang salah. Serahkan data itu, Arka. Aku akan melunasi hutang keluargamu dan memastikan kau menghilang dari akademi ini dengan tenang. Jika tidak, aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa berjalan lagi."
Arka tidak membalas dengan kata-kata. Ia menekan tombol broadcast. Seketika, layar raksasa di sekeliling arena menampilkan rekaman transaksi ilegal Elena. Sorak-sorai penonton berubah menjadi bisikan ngeri yang memekakkan telinga. Reputasi Elena hancur dalam hitungan detik.
"Duel final," desis Elena, suaranya kini dingin seperti es. "Yang kalah keluar dari akademi selamanya. Tidak ada jalan kembali."
Arka mengaktifkan mesin A-774. Suara gesekan logam yang tidak sinkron—motif kegagalan yang selama ini menghantuinya—kini berubah menjadi dengungan stabil yang mematikan. Panas dari sirkuit sekunder mulai membakar kabin, indikator efisiensi berkedip merah di angka 88%.
Elena melesat, Valkyrie-Prime melepaskan rentetan tembakan presisi. Arka tidak menghindar. Ia memutar kendali, memicu pulsa magnetik dari sistem pertahanan kuno yang kini terintegrasi penuh. Valkyrie-Prime tersentak, sistem bidiknya lumpuh seketika. Arka menerjang, memposisikan A-774 tepat di titik buta Elena. Satu hentakan presisi pada sendi bahu lawan, dan mech elit itu ambruk.
Keheningan menyelimuti arena. Arka berdiri di atas puing-puing, memegang kendali penuh atas sistem pertahanan akademi. Ia telah menang, namun saat ia menatap cakrawala di luar tembok akademi, ia menyadari bahwa ini hanyalah kualifikasi. Di luar sana, faksi-faksi yang lebih besar dan berbahaya telah menunggunya. Tantangan yang sebenarnya baru saja dimulai.