Novel

Chapter 7: Aliansi Bayangan

Arka berhasil melewati audit sistem dengan menyamarkan jejak Overdrive, lalu membentuk aliansi rahasia dengan Bimo menggunakan data kelemahan faksi Elena. Ia memenangkan duel publik melawan Elena melalui taktik presisi, namun kemenangan tersebut memicu penyitaan paksa mech-nya oleh instruktur akademi. Arka kini memiliki sekutu baru yang membawa data tambahan untuk melawan faksi elit.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Aliansi Bayangan

Bau ozon dan oli terbakar menyengat tajam di bengkel bawah tanah saat Arka menyambungkan kabel bypass terakhir ke sirkuit sekunder A-774. Tangannya gemetar—bukan karena takut, melainkan karena sisa adrenalin setelah simulasi gila kemarin. Di layar monitor, indikator efisiensi berkedip merah: 92%. Namun, di balik angka impresif itu, sistem diagnostik menunjukkan barisan kode eror yang merayap seperti parasit di sirkuit utama.

"Jangan terlalu bangga dengan angka itu, Arka," dengus Jaka dari sudut ruangan, suaranya parau seperti gesekan logam berkarat. "Audit sistem tersisa dua jam lagi. Jika sensor akademi mendeteksi jejak Overdrive di log tempurmu, bukan cuma mech ini yang ditarik, tapi kepala kita berdua yang akan dipenggal secara administratif."

Arka mengabaikan peringatan itu, fokusnya tertuju pada modul distribusi daya. Ia tahu taruhannya bukan sekadar peringkat. Jika A-774 ditarik sekarang, hutang keluarganya akan jatuh tempo dalam hitungan hari. Ia mengambil kapasitor bekas dari bangkai mech kelas menengah yang ia curi—sebuah tindakan nekat yang bisa membuatnya dikeluarkan—dan menancapkannya ke port transmisi data. Tujuannya satu: menutupi jejak overclocking dengan 'kebisingan' data sampah agar sistem audit mengira lonjakan efisiensi itu adalah malfungsi sensor, bukan kebangkitan prototipe terlarang.

Saat Arka menekan tombol sinkronisasi, layar berkedip hijau. Audit lolos, namun harga yang dibayar adalah stabilitas sirkuit yang kini berada di ambang kehancuran total. Arka tahu, satu manuver kasar lagi, dan mech ini akan rontok menjadi besi tua.

Tanpa membuang waktu, Arka melangkah menuju area dekontaminasi. Di sana, Bimo sudah menunggu di balik bayangan pipa uap. Arka menyodorkan modul data portabel. "Data dari sirkuit sekunder A-774. Aku berhasil menstabilkannya, tapi ini tidak akan bertahan lebih dari dua puluh jam."

Bimo menatap angka 92% di layar hologram dengan mata terbelalak. "Kau benar-benar melakukannya? Kau memecahkan protokol Overdrive itu?"

Arka tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan dengan menyodorkan data daftar hitam akademi yang ia curi. "Ini bukan tentang aku, Bimo. Nama Jaka ada di sini. Dia dibuang karena prototipe yang dia buat dianggap ancaman oleh elit. Elena tidak hanya menyabotase simulasimu; dia memiliki akses langsung ke protokol distribusi daya. Dia bisa mematikan daya mech siapa pun yang dia anggap ancaman sebelum duel dimulai. Tapi sekarang, kita punya kelemahan pola manuvernya."

Bimo menelan ludah, jemarinya gemetar. "Dengan ini, kita bukan lagi target pasif, Arka. Kita predator."

Tak lama kemudian, Arka berdiri di tengah Proving Ground. Lampu neon berkedip ritmis di atas lantai beton yang penuh goresan. Elena sudah menunggu dengan mech kelas atasnya yang berkilau. "Kadet Arka, ini adalah duel kualifikasi mendadak," suara instruktur menggema, dingin dan tanpa emosi. "Kemenanganmu akan menentukan apakah A-774 layak dipertahankan."

Saat bel berbunyi, Elena melesat maju dengan pedang plasma. Arka tidak panik. Ia membiarkan A-774 menerima hantaman awal pada perisai yang hampir hancur, memancing Elena untuk melakukan serangan overheat. Tepat saat sendi bahu Elena tersendat—celah yang ditemukan Bimo—Arka mengaktifkan overdrive singkat. Gerakan A-774 menjadi kabur, presisi, dan mematikan. Dalam satu hantaman telak, ia melumpuhkan lengan senjata Elena.

Keheningan mencekam menyelimuti arena. Elena terdiam di kokpitnya, tak percaya. Arka berdiri tegak, namun sebelum ia bisa menikmati kemenangan, instruktur akademi melangkah maju dengan tim teknisi bersenjata lengkap. "Sita mech itu sekarang," perintah sang instruktur. "Penggunaan data terlarang terdeteksi."

Arka terkepung. Namun, saat ia bersiap untuk melawan, seorang kadet kelas bawah lainnya mendekat dari barisan penonton, menyelipkan sebuah chip data ke tangan Arka. "Aku punya lebih banyak data tentang faksi Elena," bisik kadet itu. "Kita tidak akan membiarkan mereka mengambil mech-mu."

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced