Duel Kehormatan
Gemuruh Arena Utama Pilar Langit menyisakan dengung statis di telinga Arka. Di dalam kokpit A-774, indikator efisiensi masih berkedip di angka 92%—sebuah anomali yang seharusnya mustahil bagi mech rongsokan. Di hadapannya, unit elit milik Bram, tangan kanan Elena, terkapar dengan sirkuit yang berasap. Arka menang. Namun, alih-alih sorak-sorai kemenangan, kanal radio publik akademi justru memancarkan suara dingin Instruktur Vane.
"Kadet Arka, segera kunci unitmu. Terdeteksi anomali daya dan malfungsi sensor pada A-774. Sesuai protokol keamanan, mech ini disita untuk investigasi audit sistem segera."
Arka mencengkeram tuas kendali hingga buku jarinya memutih. Ini bukan investigasi; ini adalah eksekusi momentum. Elena berdiri di balkon VIP, menatapnya dengan senyum tipis yang meremehkan. Jika A-774 ditarik ke hanggar tertutup, mereka akan mempreteli setiap inci sirkuitnya, menghapus jejak protokol Overdrive, dan memastikan dia tidak akan pernah bisa naik peringkat. Sebelum ia sempat memprotes, tim keamanan akademi sudah mengepung arena. Arka dipaksa keluar dari kokpit, menonton saat A-774 ditarik paksa menuju Hanggar Sektor 4. Waktu audit tersisa dua jam.
Arka segera menemui Jaka di bengkel bawah tanah yang berbau oli pekat. Bimo sudah menunggu di sana, wajahnya pucat. "Mereka tidak main-main, Arka. Teknisi faksi Elena sudah masuk ke hanggar. Mereka ingin memastikan kau tidak punya bukti untuk audit nanti," ujar Bimo sambil melemparkan chip data ke meja. "Ini semua kelemahan formasi faksi Elena yang kucuri dari server pusat. Tapi data ini tidak berguna tanpa A-774 sebagai platform bukti publik."
Jaka menatap Arka dengan sorot mata tajam. "Kau pikir A-774 hanyalah rongsokan? Mesin itu adalah kunci akses ke sistem pertahanan kuno akademi yang tersembunyi. Jika mereka membongkarnya, bukan hanya kau yang tamat, tapi rahasia akademi ini akan terkubur selamanya." Arka menarik napas dalam. Pilihannya sempit: diam dan hancur, atau menyusup ke hanggar dan mempertaruhkan sanksi permanen. "Siapkan dekoder itu," ucap Arka dingin.
Satu jam kemudian, Arka dan Bimo berada di balik bayang-bayang Hanggar Sektor 4. Di depan mereka, A-774 tergantung tak berdaya, lengan hidrolik teknisi elit sudah mulai menguliti pelindung bahunya. Arka tidak membuang waktu. Ia menyambungkan dekoder ke panel kontrol utama. Dengan kode akses yang ia pelajari dari Jaka, pintu sektor terbuka dengan desis tekanan udara. Saat ia melompat masuk ke kokpit A-774, alarm hanggar melengking nyaring. "Bimo, alihkan sensor panas! Aku butuh waktu untuk sinkronisasi!" teriak Arka.
Saat Arka menghubungkan chip data kelemahan Elena ke sistem A-774, mech itu menyala dengan dengung yang berbeda—lebih dalam, lebih purba. Ia tidak menunggu teknisi bereaksi. Arka memacu A-774 menabrak dinding hanggar, menerobos blokade pasukan keamanan yang dipimpin langsung oleh Elena di jalur keluar. "Berhenti, tikus kelas bawah!" teriak Elena melalui radio. Arka tidak menjawab. Ia mengunggah data kelemahan faksi Elena ke jaringan publik akademi tepat saat ia menerobos barikade. Layar monitor di seluruh akademi seketika menampilkan bukti kecurangan faksi elit. Reputasi Elena hancur dalam hitungan detik. Arka melesat keluar, namun ia menyadari satu hal: tindakannya telah membangunkan sistem pertahanan kuno akademi, mengubah statusnya dari kadet kelas bawah menjadi buronan sistem yang kini mengunci target langsung padanya.