Tangga yang Semakin Tinggi
Uap pendingin menyembur dari celah kokpit A-774 saat Arka menendang pintu darurat hingga terlepas dari engselnya. Napasnya tersengal, paru-parunya perih menghirup sisa ozon dan bau kabel terbakar. Di layar monitor ruang simulasi, angka '92%' masih berkedip merah—sebuah anomali statistik yang akan memicu audit internal jika tidak segera dihapus. Arka tidak menunggu detak jantungnya kembali normal. Ia mencabut drive data cadangan dari slot konsol, menyembunyikannya di balik lapisan jaket seragamnya yang lusuh.
"Efisiensi 92 persen? Jangan bercanda, Arka. Rongsokan itu seharusnya sudah meledak di menit ketiga," suara dingin memecah keheningan ruang steril. Elena berdiri di ambang pintu, bersedekap dengan seragam kadet elit yang kontras dengan Arka yang bermandikan keringat dan oli.
Arka tidak menoleh, jemarinya lincah menghapus log tempur yang menunjukkan penggunaan protokol Overdrive. "Simulasi ini disabotase, Elena. Lima unit elit melawan satu rongsokan? Itu bukan latihan, itu eksekusi. Sayangnya, eksekusinya gagal."
Elena melangkah maju, sepatu botnya beradu dengan lantai logam dengan ritme yang mengancam. "Tuduhan berbahaya. Kamu bisa dikeluarkan sebelum matahari terbenam jika aku melaporkan lonjakan energi ilegal ini ke dewan. Aku punya akses log sistem pusat, Arka. Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu di balik arsitektur A-774."
Arka menatap mata Elena, mengabaikan ancaman itu. Ia tahu Elena tidak akan melapor sekarang; mengakui sabotase berarti mengakui kegagalannya sendiri. Arka segera bergegas menuju bengkel Sektor Atas. Di sana, Jaka menatap layar diagnostik yang berkedip merah. Sirkuit sekunder A-774 hangus, mengeluarkan asap tipis.
"Kau gila, Arka. Overclocking sampai setingkat itu?" Jaka mendesis, tangannya yang kasar bergerak cepat membongkar panel dada mech itu. "Sistem akademi sudah menandai unit ini untuk ditarik. Jika mereka melihat kerusakan sirkuit ini, mereka akan memastikan kau tidak akan pernah menyentuh kokpit lagi."
Arka menyerahkan drive data hasil retasannya. "Saya menemukan ini di log pusat. Nama Anda ada di daftar hitam, Jaka. Anda bukan sekadar teknisi bengkel. Anda dibuang karena prototipe ini."
Jaka membeku. Wajah pria tua itu pucat saat menatap data yang terpampang di layar—bukti bahwa akademi sengaja membiarkan mech kelas bawah seperti A-774 rusak untuk menutupi kegagalan desain massal mereka sendiri. "Ini data yang seharusnya terkubur bersama kehancuran Divisi Ketujuh," bisik Jaka.
"Masalah sudah ada sejak saya lahir dengan hutang keluarga," balas Arka tajam. "Saya tidak punya waktu untuk bersembunyi. Berapa yang dibutuhkan untuk menstabilkan sirkuit ini sebelum audit dua jam lagi?"
Arka memutuskan melakukan modifikasi ilegal menggunakan komponen rongsokan yang ia simpan, mengorbankan stabilitas jangka panjang demi kelangsungan hidup mech-nya. Ia berhasil menstabilkan A-774, namun ia kini memiliki hutang sumber daya yang lebih besar kepada akademi.
Saat Arka keluar dari bengkel, ia merasa beban di pundaknya semakin berat. Namun, di lorong yang remang-remang, seorang kadet dengan emblem peringkat yang pudar mendekatinya. "Namaku Bimo," bisik kadet itu dengan mata waspada. "Aku melihat Elena menyabotase simulasimu. Aku punya data kelemahan pertahanan faksi Elena di Proving Ground. Jika kau ingin menjatuhkan mereka, kau butuh ini."
Arka menatap data tersebut. Ini adalah kunci untuk menaiki tangga peringkat yang lebih tinggi. Ia tidak lagi sendirian, dan faksi elit tidak lagi tak tersentuh. Tangga itu semakin tinggi, namun untuk pertama kalinya, Arka memegang kendali atas pijakannya.