Audit yang Menekan
Bau oli terbakar dan ozon menyengat di bengkel Jaka, namun Arka tidak punya waktu untuk merasa mual. Di depannya, unit A-774 berdiri kaku, kabel-kabel sensornya terurai seperti saraf yang terkelupas. Dua jam lagi, tim audit akademi akan tiba. Mereka tidak datang untuk memeriksa kondisi mesin; mereka datang untuk mencari alasan penyitaan.
"Jaka, mereka tidak akan berhenti di pemindaian permukaan," bisik Arka, tangannya gemetar saat menyambungkan kabel data ke port utama A-774. "Elena sudah menyuap kepala tim audit. Mereka mencari celah hukum untuk menyita unit ini secara permanen."
Jaka, yang sedang mengelas pelat pelindung dengan wajah masam, mendengus. "Biarkan saja mereka mencari. Aku sudah menanamkan logika 'hantu' di log tempur. Jika mereka masuk terlalu dalam, sistem akan memicu error fatal yang menghapus memori sementara. Tapi ingat, Arka—sirkuit sekunder kita sudah hampir hangus akibat overclocking kemarin. Jika kau memicu error itu, kau tidak akan punya cadangan daya untuk ujian besok."
Arka mengangguk tegas. Pilihan itu jelas: kehilangan mech selamanya atau mempertaruhkan performa di masa depan demi bertahan hari ini. Ia menatap layar monitor yang menampilkan efisiensi 88%—angka yang mustahil bagi kadet kelas bawah, angka yang menjadi target buruan faksi elit.
Satu jam berlalu dalam keheningan yang mencekam. Suara derap sepatu bot berat menggema di lorong bengkel. Tim audit masuk tanpa permisi, dipimpin oleh seorang inspektur senior dengan lencana emas yang berkilau angkuh. Mereka tidak membuang waktu. Sensor pemindai laser ditempelkan ke rangka A-774, memindai setiap inci sirkuit dengan frekuensi tinggi.
Arka menahan napas. Tepat saat pemindai mencapai inti modul, ia memicu 'error sistem' yang telah disiapkan Jaka. Layar monitor di dinding bengkel berkedip liar, memuntahkan deretan kode sampah yang tidak terbaca sebelum akhirnya mati total.
"Unit ini mengalami kegagalan sistem permanen pada partisi memori utama," lapor inspektur itu dengan nada kecewa yang kentara. "Hasil audit: Tidak Konklusif. Namun, kami akan menempatkan unit ini di bawah pengawasan ketat. Satu kesalahan lagi, atau satu anomali data yang ditemukan, dan A-774 akan ditarik paksa untuk pemusnahan."
Setelah tim audit pergi, Jaka mendekat, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. "Kau selamat, tapi kau baru saja memicu bom waktu. Elena tidak akan berhenti. Dia melihat efisiensi 88%-mu, Arka. Dia tahu ada sesuatu yang kau sembunyikan di balik rongsokan ini."
Arka menatap sirkuit sekunder yang berdenyut tidak stabil. "Aku tahu. Tapi 48 jam masih tersisa. Aku harus meningkatkan efisiensi ini lebih jauh sebelum mereka menemukan celah lain."
Keesokan harinya, saat Arka memasuki arena simulasi, sistem akademi tidak memberikan ujian standar. Lampu neon arena berkedip, memancarkan cahaya biru dingin. Papan kontrol di depannya menunjukkan anomali: parameter musuh melonjak ke level elit. Lima mech tipe Striker muncul di radar, mengepungnya dalam formasi tertutup.
"Skenario: Survival Lanjutan. Tingkat kesulitan: Maksimal," suara sintetis akademi bergema.
Di tribun VIP, bayangan Elena berdiri diam, menatapnya dengan tatapan tajam. Arka segera memicu Overdrive. Panas menyengat merambat dari sirkuit sekunder yang mulai berasap. Efisiensi A-774 melonjak ke 92%, namun peringatan kerusakan permanen mulai berkedip merah. Ia melakukan sidestep presisi, menghantam sendi kaki musuh pertama dengan impact driver. Saat ia berjuang membalikkan keadaan, sensor audit yang masih terpasang di arena mendeteksi jejak modifikasi ilegal. Arka sadar ia terjebak. Di detik terakhir, ia memindahkan modul inti ke partisi cadangan yang tersembunyi, membiarkan sistem audit mengunci partisi palsu yang kosong tepat saat simulasi berubah menjadi neraka bagi mech-nya.