Novel

Chapter 5: Audit yang Menghancurkan

Siska berhasil mengamankan bukti transaksi ilegal Dimas sebelum ia sempat menghapusnya. Dimas, yang merasa menang, justru terjebak dalam kepanikan saat para kreditor mulai menagih di lobi kantor. Arga kini memegang bukti keterlibatan Ratna dalam aliran dana ilegal, bersiap untuk eksekusi publik di rapat dewan besok.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Audit yang Menghancurkan

Lampu neon di ruang arsip digital berdengung, memecah kesunyian yang mencekam. Di layar monitor, deretan angka transaksi keluarga Wiryatama meluncur deras, mengungkap pola yang tak bisa lagi disebut sebagai kesalahan administratif. Dimas tidak sekadar melakukan penggelapan; ia sedang membakar fondasi perusahaan untuk menutupi lubang judi pribadinya.

"Siska, kau di dalam?" Suara Dimas dari balik pintu kaca memecah keheningan. Nadanya tajam, sarat otoritas yang dipaksakan.

Siska membeku. Tangannya sigap menarik flashdisk dari port komputer tepat saat pintu terbuka. Dimas masuk dengan langkah lebar, matanya memindai ruangan dengan kecurigaan yang nyaris bersifat fisik.

"Ada yang tidak beres dengan server keuangan, dan kau satu-satunya yang memegang kunci akses hari ini," ujar Dimas, mendekat hingga Siska bisa mencium aroma parfum mahal yang kini terasa seperti bau bangkai. "Apa yang kau sembunyikan di balik layar itu?"

Siska menelan ludah, menjaga wajahnya tetap datar. Ia teringat instruksi tenang Arga lewat telepon dua jam lalu: Biarkan dia merasa menang. Biarkan dia menulis narasinya sendiri.

"Saya hanya melakukan audit rutin, Pak Dimas," jawab Siska stabil. "Data bulan ini sedang saya sinkronisasi ke server cadangan."

Dimas mendengus, lalu menendang kursi di dekatnya. "Hapus semuanya. Saya butuh likuiditas, bukan audit." Siska menyingkir, membiarkan Dimas menggeledah. Pria itu merobek map biru, mengacak berkas di meja, namun ia tak akan menemukan jejak digital yang sudah diamankan. Saat staf keamanan menyeret Siska keluar, ia hanya bisa menatap layar yang kini menampilkan pesan Access Denied—sebuah tirai besi yang sengaja ditarik Arga untuk menjebak Dimas dalam kegelapan.

Di parkiran basement, Siska menerima panggilan Arga. "Dia menggeledah arsip. Kalau dia masuk ke server cadangan, file yang saya simpan..."

"Biarkan dia merasa menang," potong Arga tenang. "Kalau kamu bicara sekarang, dia akan menyuruh Hendra membakar sisanya. Orang seperti Dimas selalu salah langkah saat merasa aman." Arga tidak hanya ingin memecat Dimas; ia ingin meruntuhkan struktur kekuasaan yang membuat Wiryatama merasa kebal hukum. Siska menyadari, Arga adalah arsitek yang jauh lebih dingin dari yang ia bayangkan.

Sementara itu, di lobi kantor, kepanikan pecah. Dimas berdiri di depan para kreditor yang menagih dengan wajah masam. "Ada penyesuaian teknis," ucap Dimas, mencoba mempertahankan muka.

Namun, tawa kecil dari seorang vendor memotong narasinya. "Penyesuaian teknis tidak menutup tagihan tiga minggu, Tuan Dimas. Kalau transfer kami diblokir, itu apa namanya?"

Ratna Wiryatama mencoba intervensi, namun kehadiran sang ibu justru memperburuk situasi. Para kreditor kini tahu bahwa keluarga Wiryatama tidak lagi memegang kendali atas arus kas. Dimas terkepung. Reputasinya hancur hanya beberapa jam sebelum rapat dewan dimulai.

Siska menemui Arga di sudut dapur Restoran Pusaka. Arga meninjau dokumen yang diserahkan Siska. Di sana, tertulis nama Ratna Wiryatama sebagai tujuan aliran dana dari vendor palsu. "Ini dana penutup reputasi," bisik Siska.

Arga menatap dapur pusaka itu dengan dingin. Ia tidak akan bernegosiasi. Ia akan menggunakan bukti ini untuk eksekusi publik di rapat dewan besok. Arga menatap Siska, matanya tajam. "Mereka mengira dapur ini adalah warisan. Mereka lupa, siapa pun yang memegang utang, dialah yang memegang api."

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced