Novel

Chapter 11: Duel di Puncak Proving Ground

Raka memasuki duel terakhir di arena utama Proving Ground dengan mech MSK-7A yang rusak dan energi hampir habis, menghadapi Damar Veylan yang menggunakan mech elit terbaru. Dengan modul prototipe tersembunyi, Raka membalikkan keadaan, menonaktifkan sistem bantuan Damar dan mengungkap kelemahannya di depan ribuan penonton. Tekanan meningkat saat Raka memilih mengaktifkan modul eksperimental berisiko tinggi demi mendapatkan kekuatan tambahan. Duel berubah brutal ketika Damar mengeluarkan senjata mech rahasia yang belum pernah dilihat publik, memaksa Raka beradaptasi cepat. Pertarungan ini menentukan siapa yang pantas menjadi standar pendakian Menara, dengan reputasi dan masa depan mereka dipertaruhkan. Bab ini berakhir dengan ketegangan memuncak dan tantangan baru yang menanti Raka di puncak Menara.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Duel di Puncak Proving Ground

Debu mengepul di sepanjang rel arena saat MSK-7A milik Raka meraung dengan tenaga yang nyaris habis. Tubuh mech itu retak di sana-sini, energi nyaris habis, dan lengan kirinya sudah hampir lumpuh. Ribuan pasang mata mengawasinya, suara cemoohan dan sorakan memenuhi udara, menambah beban reputasi yang sudah tergerus habis. Dari seberang, Damar Veylan berdiri tegap di dalam mech MSL-9X, dikelilingi cahaya hologram biru yang menegaskan keunggulan teknologi dan dana yang dimilikinya. "Serahkan saja, Raka. Kau hanya mempermalukan diri," ejek Damar, suaranya jelas menembus keramaian.

Jantung Raka berdegup kencang. Tangannya menggeser panel kontrol yang mulai bergetar keras. Tanpa aba-aba, sebuah tombol merah tersembunyi di dashboard menyala, menandakan aktivasi modul prototipe rahasia yang selama ini menjadi kartu asnya. Perlahan, tubuh mech usang itu berdenyut dengan energi baru, retakan-retakan yang tadi terbuka mulai menutup, dan pergerakan menjadi jauh lebih lincah. Penonton terdiam sesaat, sebelum gemuruh kegemparan terdengar—kejutan yang mengguncang seluruh arena.

"Ini baru permulaan," gumam Raka, matanya terkunci pada Damar yang kini menatapnya dengan campuran kekaguman dan kemarahan. Tekanan di arena berubah dari sekadar pertarungan fisik menjadi duel teknologi dan strategi tersembunyi yang menentukan siapa penguasa sejati Menara.

Serangan Balik dan Pengungkapan Kelemahan Damar

"Damar, pertahankan formasi!" teriak asisten dari pinggir arena, suara penuh kecemasan. Namun, Damar yang selama ini dikenal tak terkalahkan mulai kehilangan ritme. Serangannya yang biasanya presisi melambat, terganggu oleh tekanan strategi agresif Raka yang tak terduga. Dengan teknik yang dipelajari dari lantai terlarang, Raka melancarkan serangan terarah, menembus pertahanan Damar dan menonaktifkan sebagian besar sistem bantuan canggihnya.

Damar mengerutkan dahi, matanya berkedip cepat mencari celah. Setiap gerakannya kini dipantau dan dibalas dengan cepat oleh Raka. "Kau terlalu percaya diri, Damar," bisik Raka dengan senyum dingin.

Kesalahan fatal Damar akhirnya muncul: serangan terbuka yang langsung dimanfaatkan Raka dengan tendangan keras, menjungkirbalikkan posisi Damar di depan ribuan penonton yang terdiam. Reputasi Damar mulai retak, sementara nama Raka menggema semakin keras di seluruh arena. Damar terhuyung, matanya yang biasanya penuh percaya diri kini menyiratkan kebingungan. "Ini belum berakhir," geramnya sambil mencoba mengaktifkan sistem bantuan yang selama ini jadi tumpuannya. Namun, layar holografis di pergelangan tangannya berkedip kacau—sinyal gangguan jelas terlihat. Raka telah menargetkan alat itu dengan presisi, memutar balik alur duel yang sebelumnya tampak seimbang.

Tekanan Meningkat: Pilihan Berisiko dan Kerusakan Mech

Raka terengah di kokpit mech yang mulai bergetar parah, suara logam retak memenuhi udara. Waktu tersisa dua menit sebelum putaran terakhir berakhir, tapi kerusakan di lengan kiri membuatnya sulit mengangkat senjata berat. Di depan, Damar menyeringai sinis, matanya tajam membidik setiap kelemahan Raka. "Mechmu sudah rongsok, Raka," ejeknya, menekan serangan bertubi-tubi.

Raka menatap panel kontrol, jantungnya berdegup kencang. Satu-satunya pilihan adalah mengaktifkan modul prototipe eksperimental—fitur yang belum pernah diuji di arena dan berisiko besar meledak. Dengan tangan gemetar, ia menekan tombol merah menyala. Seketika, mech bergetar hebat, daya dorong sistem naik drastis, namun suara peringatan bahaya ikut meraung. Senjata di lengan kiri bergerak lebih cepat dan kuat dari sebelumnya.

Damar melangkah mundur, wajahnya berubah serius. "Apa itu? Kau main berbahaya, Raka!" teriaknya, mengubah strategi dengan cepat. Tekanan semakin meningkat, sementara Raka merasakan kekuatan baru mengalir di setiap gerakan mech-nya. Duel belum usai—justru baru mulai.

Duel Puncak Dimulai: Senjata Rahasia Damar Terungkap

"Damar, kau yakin ingin terus seperti ini?" Raka melecut kata sambil meluncur cepat mendekati lawannya. Udara di arena bergetar oleh energi yang mereka keluarkan.

Damar tersenyum dingin, tangan kanannya menekan sesuatu di dalam sarung lengannya. Tiba-tiba, sebuah mech kecil bersayap besi muncul di sampingnya, mengaum sebelum meluncurkan serangan kilat yang tak pernah terlihat di duel resmi Menara. Penonton terdiam, terkejut oleh kemunculan senjata baru yang belum pernah diketahui publik.

Raka terkejut, tapi tak membiarkan fokusnya terpecah. Ia menghindar cepat, membalas dengan serangan api listrik dari sarung tangannya. Mech Damar semakin agresif, menggabungkan teknologi dan kekuatan dengan brutal. "Kau kira aku hanya mengandalkan otot dan strategi lama? Ini baru permulaan!" ejek Damar dengan mata menyala penuh keyakinan.

Pertarungan berubah menjadi brutal dan tak terduga, keduanya bertukar serangan dengan kecepatan dan kekuatan luar biasa. Raka tahu, ini bukan sekadar pertarungan biasa—ini pertaruhan reputasi dan masa depan mereka di Menara. Ia meloncat ke samping, melepaskan gelombang listrik yang menyambar mech Damar, memaksa lawannya mundur sementara. Namun, mech itu segera menyesuaikan diri, membalas dengan ledakan plasma tajam yang memaksa Raka mundur beberapa langkah.

Ketegangan memuncak, duel puncak benar-benar dimulai. Di tengah sorak penonton dan kilatan senjata, sebuah pertarungan teknologi dan strategi tanpa ampun membuka babak baru yang mengancam untuk mengubah segalanya.

---

Satu lantai baru kini muncul di puncak Menara, menantang Raka untuk pendakian yang lebih tinggi dan lebih berbahaya. Ancaman dari Damar dan senjata rahasianya hanyalah permulaan dari ujian yang menunggu di depan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced