Novel

Chapter 12: Menara yang Tak Lagi Sama

Bab akhir: Raka menyelesaikan duel Proving Ground dengan kemenangan publik yang menghancurkan reputasi Damar dan memaksa dewan mengakui status resminya. Naya mengamankan posisi baru sebagai kepala teknisi transparansi. Damar dibuang ke distrik terendah. Layar peringkat menampilkan Lantai 101 baru yang muncul sebagai tantangan berikutnya. Raka langsung mempersiapkan pendakian lanjutan dengan MSK-7A yang telah dimodifikasi, membiarkan status Anomali, konsekuensi audit, dan potensi balas dendam Damar tetap terbuka sebagai residu sekuel.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Menara yang Tak Lagi Sama

Layar HUD MSK-7A berkedip merah. Energi tersisa 3%. Lengan kiri mech masih menganga, kabel terbakar menjuntai seperti urat putus, tapi lapisan prototipe yang baru diaktifkan sudah menutup retakan itu dengan pelat hitam mengkilap yang berdenyut pelan. Raka menarik napas pendek di dalam kokpit sempit, keringat bercampur oli menetes ke lehernya.

Di arena Proving Ground yang masih berasap, ribuan penonton membeku. Layar raksasa di atas kepala menampilkan peringkat baru: Raka Adisar – Peringkat 1. Nama Damar Veylan meluncur jatuh ke posisi 47 dalam hitungan detik. Bukti korupsi yang disiarkan Naya tadi pagi masih berputar di feed publik.

Raka menggerakkan jari di kontrol. Modul prototipe berdenyut sekali. Tiba-tiba lengan kiri MSK-7A terangkat mulus, lebih cepat dari sebelumnya. Armor baru itu bukan sekadar tambalan—ia menyerap sisa energi dan mengubahnya menjadi lapisan pertahanan dinamis. Defisit yang tadi nyaris membunuhnya kini menjadi kelebihan yang terukur.

"Audit akan tiba dalam tujuh menit," gumam Raka pelan, suaranya kasar karena asap. Ia tak punya waktu untuk merayakan.

Di ruang kendali teknisi, Naya Wiratama berdiri di depan dewan kota yang wajahnya pucat. Hologram data log tempur masih menyala terang, membongkar rantai suap dan manipulasi klan Veylan selama bertahun-tahun. "Mulai sekarang, semua pendakian harus transparan," katanya dingin. "Tidak ada lagi climber cadangan yang dijadikan bahan bakar inti Menara."

Seorang pejabat membuka mulut hendak protes, tapi pintu ruangan terbuka. Tim audit internal masuk dengan langkah berat. Naya hanya mengangkat dagu. "Silakan periksa. Semua data sudah terunggah ke jaringan publik."

Di hangar bawah, Damar Veylan keluar dari kokpit mech elitnya yang sudah hancur. Wajahnya penuh jelaga. Pasukan klan yang biasa mengawalnya kini mundur selangkah, mata mereka menghindar. Layar peringkat di dinding hangar terus memperbarui: peringkat Damar turun lagi ke 62. Dukungan sponsor hilang dalam gelombang notifikasi merah.

"Ini belum selesai," desis Damar. Ia menekan tombol darurat di lengan baju. Bagian punggung mech-nya terbuka, memperlihatkan meriam plasma tersembunyi yang belum pernah dilihat publik. Tapi tak ada yang bergerak mendukungnya. Penjaga arena sudah mengarahkan senjata ke arahnya atas perintah dewan.

Damar tertawa pahit. "Kau ambil semuanya, Raka. Tapi aku masih punya satu hal." Ia diiringi keluar arena menuju distrik terendah, tangan diborgol, reputasi yang dulu tak tergoyahkan kini hancur berkeping.

Kembali ke arena utama, Raka membuka kokpit MSK-7A. Udara asam Menara menyengat hidungnya. Ia melangkah keluar, kaki masih gemetar karena beban sync ilegal. Kerumunan langsung meledak sorak, tapi ia tak tersenyum. Matanya tertuju ke langit-langit Menara Langit-Paku.

Layar raksasa berkedip. Kemudian, garis baru muncul di atas peringkat tertinggi yang pernah ada. Lantai 101 – Baru Terbuka. Koordinatnya berkilau merah, lebih tinggi dari yang pernah dicapai siapa pun. Data inti yang Raka bawa dari lantai terlarang telah memicu perubahan sistem: Menara bereaksi terhadap Anomali-nya dengan menambahkan tantangan baru.

Raka menatap lantai baru itu. Modul prototipe di dadanya masih berdenyut pelan, memberitahu bahwa kemampuan mobilitas dan pertahanan tambahan itu baru sebagian kecil dari yang tersimpan. Lengan kiri MSK-7A yang kini utuh kembali terangkat, menunjuk ke atas seolah mech itu sendiri haus mendaki.

Naya muncul di sampingnya melalui saluran pribadi. "Dewan mengakui statusmu sebagai climber resmi. Tapi status Anomali masih aktif. Audit tak akan berhenti di sini."

"Bagus," jawab Raka. "Berarti mereka tak bisa lagi mengabaikan kita." Ia menyentuh sisi MSK-7A. Cat hitam baru di lengan kiri berkilat di bawah lampu sorot. "Perbaikan darurat selesai. Energi stabil di 42%. Kita punya cukup untuk langkah pertama."

Pesan singkatnya langsung tersebar ke seluruh jaringan kota: Pendakian tidak berhenti. Lantai 101 menanti. Siapa yang mau ikut, ikut sekarang.

Sorak sorai bergema lebih keras. Beberapa climber muda di pinggir arena sudah berlari ke arah hangar, mata mereka menyala.

Raka menutup kokpit. HUD menyala kembali. Defisit lama—energi nyaris habis, lengan rusak, status buronan—kini berubah menjadi aset: mech yang lebih tangguh, reputasi yang memaksa sistem mengakui, dan tangga baru yang lebih curam. Tapi ia tahu harganya. Konsekuensi hukum sabotase audit masih menggantung. Kemampuan penuh modul prototipe belum terungkap. Dan Damar, meski jatuh ke dasar, pasti akan mencari cara membalas dari kegelapan distrik bawah.

MSK-7A melangkah maju. Langkahnya lebih mantap daripada sebelumnya. Di atas, Lantai 101 berkedip menantang, menjanjikan pendakian yang lebih brutal.

Menara yang dulu mengatur segalanya kini tak lagi sama. Dan Raka baru saja menjadi alasan utamanya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced