Novel

Chapter 9: Kebenaran di Balik Menara

Raka, dengan mech MSK-7A yang rusak parah dan energi yang hampir habis, menembus gerbang lantai terlarang menggunakan modul prototipe rahasia. Di dalam, ia menghadapi labirin kabel dan firewall mekanis yang berbahaya, dibantu oleh arahan Naya dari jarak jauh. Saat mencapai inti pusat kendali, Raka bertarung sengit melawan Guardian Inti, mech pertahanan terkuat Menara. Dengan strategi dan modul prototipe, ia berhasil melumpuhkan Guardian dan mengakses data inti yang mengungkap Menara sebagai mesin raksasa yang memanfaatkan esensi climber gagal. Terungkap bahwa mech Raka adalah kunci untuk mematikan inti Menara, dan ia memulai proses shutdown berisiko tinggi yang bisa menghancurkan mech-nya. Bab ini berakhir dengan Raka menghadapi konsekuensi besar dan ancaman tim eksekusi rahasia dari dewan kota, membuka babak baru dalam pendakian dan konflik yang lebih mematikan.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Kebenaran di Balik Menara

Raka Adisar menahan napas, matanya terpaku pada layar panel yang berkedip-kedip merah—energi baterai MSK-7A tinggal 1%. Lengan kirinya yang rusak parah berdenyut sakit, setiap getaran membuat sarafnya menjerit. Delapan belas menit tersisa sebelum tim audit tiba di distrik bawah, dan dia berdiri tepat di depan gerbang lantai terlarang, area yang sejak lama dianggap sebagai kuburan bagi climber yang nekat. Hujan asam menyengat menerpa, membasahi rangka baja yang berkilat dingin. "Modul prototipe aktif," suara Naya bergetar di earpiece-nya, "tapi energi kamu kritis. Jangan buang waktu." Raka menggigit bibir, menekan tombol rahasia di dashboard MSK-7A. Lengan kirinya berdenyut aneh saat aliran energi baru membanjiri sistem, mengaktifkan medan pengganggu elektronik yang membuat sensor Guardian, mech pertahanan raksasa berlapis baja hitam itu, menjadi bingung.

Bayangan besar Guardian mengayun lengan meriam plasma, memecah keheningan dengan dentuman keras. Raka menari di antara reruntuhan, menghindari tembakan plasma yang menyalak. "Gerak cepat!" Naya mendesak. Dengan serangkaian perintah presisi, Raka memanfaatkan medan pengganggu untuk menembus pertahanan Guardian, menyerang sambungan sendi yang mulai retak. Suara logam beradu bergema saat mech raksasa itu terpincang, sementara MSK-7A-nya bergetar hebat akibat kerusakan yang semakin parah. Guardian akhirnya terhenti, membuka jalur masuk ke lantai terlarang, tapi kondisi mech Raka makin kritis.

Masuk ke dalam, Raka disambut oleh labirin kabel dan server berlapis debu dan logam berkarat. Dengungan mesin memenuhi udara, seolah Menara bernapas dengan denyut listriknya sendiri. "Kiri! Firewall mekanis di depan!" peringatan Naya pecah di telinganya, terputus-putus oleh interferensi. Raka merunduk di bawah jalinan kabel setebal lengan, setiap langkahnya waspada terhadap jebakan yang tersembunyi. Modul prototipe diaktifkan lagi, menciptakan medan energi tipis yang melumpuhkan beberapa sensor pengintai.

Namun alarm internal mulai meraung, menandakan detik-detik terakhir sebelum tim audit menyusul. "Sinyalmu melemah, Naya! Apa kamu masih di sana?" Raka berbisik cemas, matanya menelusuri layar kecil yang menampilkan peta labirin. Dengan arahan telepati dari Naya yang mulai terputus, dia menghindari kabel bergerak dan perangkap mekanis yang siap menjepit. Ketika akhirnya sampai di ruang inti logistik, lampu merah berkedip cepat, menandakan bahaya yang semakin mendekat.

Tiba-tiba, bayangan raksasa muncul dari kegelapan: Guardian Inti. Mech raksasa yang dirancang khusus untuk menjaga pusat kendali. Lengan besinya berayun cepat, memancarkan gelombang energi yang hampir meremukkan MSK-7A. Raka menembak balik dengan peluru energi, menekan tombol modul prototipe untuk mengaktifkan mode tersembunyi. Serangan menjadi presisi, merobek lapisan perisai Guardian sedikit demi sedikit. Tapi getaran hebat mengguncang tubuh mech-nya, tanda kerusakan semakin parah.

"Naya, sinyal hampir hilang!" Raka berseru, bertahan dari serangan balik yang menghancurkan. Dengan strategi yang matang, ia menyerang sambungan punggung Guardian, menghancurkan lapisan baja tebal yang menjadi titik lemah. Guardian terpincang, akhirnya lumpuh. Namun, mech Raka hampir roboh, dengan energi yang menipis dan kerusakan kritis pada lengan kiri.

Di tengah guncangan dan alarm yang meraung, Raka menemukan sesuatu yang mengejutkan di layar kontrol: modul prototipe bukan sekadar alat pendakian. Ia adalah kunci untuk mematikan inti Menara—pusat kendali yang selama ini mengendalikan sistem dan mengekstrak esensi climber gagal sebagai bahan bakar. Pilihan sulit muncul: melanjutkan proses shutdown inti dengan risiko mech hancur total, atau mundur dengan data terbatas dan kehilangan kesempatan mengubah hierarki Menara.

Dengan tangan gemetar, Raka menekan konfirmasi, memulai proses shutdown. Gelombang energi menyebar ke seluruh tubuh mech, sistem berteriak melawan, dan kokpit berguncang hebat. "Koneksi menurun, modul utama terganggu!" suara sistem roboh terdengar. Debu dan pecahan logam beterbangan, lutut baja bergetar berusaha menstabilkan posisi. Namun, layar merah perlahan berubah menjadi berkedip-kedip, menandakan proses berhasil—mesin raksasa Menara mulai lumpuh dari dalam.

Raka menatap layar dengan napas berat. Ia baru saja mengungkap kebenaran terbesar: mech-nya adalah kunci untuk mematikan inti Menara. Sebuah tujuan monumental terbuka di hadapannya, namun bahaya belum berakhir. Di balik dinding tebal lantai terlarang, suara langkah berat mendekat. Dewan kota mungkin terpaksa mengakui ancaman Raka, tapi mereka sudah mengirim tim eksekusi rahasia untuk menuntaskan masalah ini.

Waktu terus berjalan. Energi menipis. Dan pertarungan untuk mengubah Menara baru saja dimulai.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced