Novel

Chapter 7: Pengepungan di Hanggar

Raka dan Naya terjebak dalam pengepungan pasukan klan Damar di hanggar rahasia saat mereka melakukan perbaikan darurat pada mech MSK-7A yang rusak parah. Dengan energi baterai yang hampir habis, Raka melancarkan serangan kejutan untuk memaksa mundur musuh sementara Naya berjuang mengunggah data log tempur ke jaringan publik Menara. Pertempuran jarak dekat yang intens terjadi dalam ruang sempit, memperlihatkan ketangguhan Raka meski mech-nya rusak. Unggahan data yang berhasil memicu investigasi dewan kota terhadap klan Damar sekaligus menjadikan Raka buronan resmi dengan peringkat yang melonjak tajam. Namun, ancaman baru muncul dengan kedatangan tim audit dan pembalasan dari klan Damar yang akan membuka babak baru dalam pendakian menara mereka.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Pengepungan di Hanggar

Ledakan keras mengguncang pintu baja hanggar rahasia yang menjadi tempat Raka dan Naya bersembunyi. Peluru api melesat merobek udara, menimbulkan getaran hebat pada struktur baja. Raka menahan napas, matanya menatap panel kendali MSK-7A yang berkedip merah, menandakan baterai hampir habis. "Naya, daya baterai cuma cukup untuk satu serangan terakhir!" suaranya bergetar, antara panik dan tekad.

Naya membalas dengan tatapan tajam, tangannya cekatan mengontrol layar sensor. "Mereka mengepung seluruh perimeter. Tanpa perlawanan, kita mati di sini."

Suara langkah berat dan teriakan komando dari pasukan klan Damar semakin mendekat, menembus sunyi hanggar yang remang. Raka menggenggam joystick mekaniknya erat. "Kalau kita diam, berarti kita mati. Aku akan paksa mereka mundur dengan ledakan kejutan, walau energi hampir habis."

Lampu hanggar mulai meredup, listrik kian melemah. Di luar, bayangan pasukan Damar semakin mendekat, siap menghancurkan pertahanan mereka. Tepat saat itu, alarm pelacak berbunyi nyaring—sensor tersembunyi di suku cadang ilegal mereka telah mengirim koordinat ke jaringan klan Damar. Posisi mereka kini terbuka lebar.

Raka menatap Naya dengan mata menyala oleh tekad yang sama. "Kita punya waktu sedikit, tapi kita harus bertahan. Ini bukan cuma soal hidup kita, tapi tentang apa yang akan terjadi kalau data ini sampai ke publik."

Dengan satu serangan penuh risiko, Raka mengarahkan energi baterai terakhir ke ledakan kejutan yang mengguncang pintu masuk. Gelombang energi itu memaksa pasukan Damar mundur sementara, menciptakan celah yang sangat sempit. Namun, suara alarm pelacak terus berdengung, menandakan ancaman yang lebih besar akan segera datang.

Lampu darurat berkedip-kedip, menyisakan lorong-lorong gelap dan sempit dalam hanggar. Raka mengatur ulang aliran energi meski baterai semakin melemah. Mech MSK-7A yang ia kendalikan mulai bergetar, dengan kerusakan kritis pada lengan kiri yang membuat gerakannya berat dan lambat.

Pintu baja terbuka paksa, dan pasukan infiltrasi klan Damar menyebar masuk, deras dan tanpa ampun. "Mereka masuk!" teriak Raka sambil menahan gelombang serangan yang bertubi-tubi. Setiap pukulan tangan besi mech menghantam musuh dengan presisi, tapi energi yang tersisa menipis cepat.

Di sudut lain, Naya bergerak lincah, berusaha mengunggah data log tempur terakhir ke jaringan kota melalui panel komunikasi tersembunyi. "Raka, aku hampir selesai! Tapi mereka makin dekat!" suaranya bergetar, penuh tekanan.

Raka mengerahkan seluruh tenaga yang tersisa pada mech yang berdengung lemah. Notifikasi di layar kecil menampilkan status unggahan data yang mulai mengalir ke publik. Dewan kota bereaksi cepat—data ini memicu gelombang investigasi dan membuka celah besar terhadap klan Damar.

Kini, Raka bukan hanya bertarung untuk hidupnya, tapi juga menjadi buronan yang peringkatnya melonjak drastis di papan publik. "Naya, tahan sedikit lagi! Aku tak boleh kalah di sini," bisiknya dengan suara yang hampir putus asa, namun penuh keberanian.

Tembakan terus melesat di sekitar mereka, pecahan kaca berhamburan saat Raka menunduk di balik reruntuhan hanggar. Darah mengalir deras dari luka di bahunya, tapi matanya tetap fokus pada Naya yang berjuang di ruang server.

"Cepat, Naya! Aku tahan mereka!" seru Raka, meskipun napasnya berat dan tubuhnya bergetar karena kelelahan. Jantung Naya berdegup kencang, jari-jarinya menari di panel kontrol yang berkilat merah, berusaha menembus gangguan sinyal yang coba mematikan unggahan data.

Di luar, pasukan klan Damar menerjang, suara perang dan teriakan membakar udara dingin. Raka menembakkan peluru terakhir, tubuhnya terhuyung, tapi matanya tetap mengawasi Naya dengan penuh harap. "Jangan biarkan mereka menang," bisiknya lirih.

Gelisah dan ketakutan bercampur saat Naya menggigit bibir, menahan sakit dan kelelahan. Jari-jarinya hampir berhenti, tapi ia menekan tombol unggah penuh dengan tekad membara. Kilatan merah di layar berkedip cepat—proses unggahan hampir selesai.

"Raka, kau harus bertahan sedikit lagi!" serunya, suaranya tercekat oleh ledakan dan desingan peluru yang menghantam sekeliling. Raka mengangkat senjatanya, menangkis serangan terakhir yang datang bertubi-tubi, tubuhnya penuh luka dan kelelahan.

"Kau yang buat aku bisa sampai sini. Jangan berhenti sekarang!" jawab Raka dengan suara serak, menguatkan Naya untuk menyelesaikan misi berbahaya ini.

Data log tempur yang diunggah memicu investigasi dewan kota terhadap klan Damar, mengguncang status quo dan membuka peluang baru sekaligus bahaya yang mengancam. Raka dan Naya kini berada di titik balik yang menentukan—bukan hanya untuk kelangsungan hidup mereka, tapi juga untuk masa depan pendakian ke menara yang penuh intrik dan bahaya.

Sementara sirene peringatan berbunyi nyaring dan notifikasi penarikan mech berubah menjadi peringatan buronan, mereka bersiap menghadapi gelombang pembalasan yang tak terhindarkan. Di balik kekacauan itu, gerbang lantai terlarang mulai membuka sedikit demi sedikit, memperlihatkan sisi Menara yang sebenarnya—sebuah dunia yang lebih kejam dan penuh rahasia daripada yang pernah mereka bayangkan.

---

Peringkat publik Raka melonjak drastis setelah unggahan data berani itu, menjadikannya Anomali yang harus diperhitungkan. Namun, waktu terus berdetik—Proving Ground akan segera ditutup, dan tim audit tak lama lagi akan tiba. Kerusakan kritis pada MSK-7A harus segera diperbaiki, atau Raka akan kehilangan kesempatan selamanya. Ancaman dari klan Damar semakin nyata, dan setiap langkahnya kini di bawah pengawasan ketat.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced