Novel

Chapter 5: Tantangan di Lantai Dua

Raka memasuki lantai dua yang telah dimodifikasi sistem atas perintah Damar. Dengan koordinat rahasia dari log tempur, ia memimpin Sari dan Lia membalikkan jebakan gas, bilah, dan suhu ekstrem menggunakan upgrade mobilitas +18% serta ketahanan lengan +27%. Kemenangan publik membuat peringkat Raka melampaui Damar, tapi sensor pelacak di suku cadang pasar gelap mengungkap umpan klan Damar, sementara sistem Menara terus memanipulasi lingkungan.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Tantangan di Lantai Dua

Pintu baja lantai dua membuka dengan dentuman berat yang menggetarkan rangka MSK-7A. Bau asam gas beracun langsung menyengat filter helm Raka. HUD mech menyala merah terang: Toksisitas 47 % dan terus naik. Lengan kiri yang baru di-upgrade bergetar pelan; nanotek +27 % ketahanan sudah bekerja, tapi angka itu tak cukup menenangkan. Di belakangnya, pintu mulai menutup. Tidak ada jalan mundur.

Raka mengepalkan tinju logam. Mobilitas +18 % terasa di setiap langkah, tapi gas semakin pekat dan bilah-bilah baja muncul dari lantai seperti gigi raksasa lapar. Satu bilah menyabet udara, meninggalkan goresan panas di dinding. Delapan belas menit sebelum tim audit menyusul—waktu curian dari distrik bawah kini menghitung mundur di kepalanya.

Dua climber lain sudah menunggu di arena. Sari, pria kekar dengan mech lapis tipis, berdiri tegang. Lia, perempuan berambut pendek, menggenggam senjata energi yang dayanya tinggal separuh. Keduanya menatap Raka dengan campuran curiga dan putus asa.

"Kau yang Anomali itu," kata Sari datar. "Mau mati bareng kami?"

Raka tak buang napas. Ia proyeksikan peta koordinat rahasia dari log tempur ke HUD bersama mereka. Garis merah berkelok menunjukkan titik lemah jebakan. "Gas ini mengikuti pola. Kita balikkan saja. Tapi harus bareng. Sendiri, kita mati dalam tiga menit."

Lia menyipit. "Data curian? Kalau salah—"

"Salah, kita mati. Benar, kita naik," potong Raka. Ia melompat maju. Lengan kiri MSK-7A menyabet bilah baja yang baru muncul. Benturan memercikkan api. Ketahanan lengan: 94 %. Angka itu muncul besar di HUD—bukti upgrade pasar gelap langsung terbayar.

Sari mengumpat pelan, tapi ikut bergerak. Mereka bertiga membentuk formasi segitiga rapuh. Raka memimpin, memanfaatkan kecepatan baru untuk memancing gas ke arah bilah berputar. "Sari, buka katup cadanganmu! Arahkan ke roda gergaji kiri!"

Gas hijau pekat mengalir deras, bertemu bilah yang berputar. Reaksi kimia meledak kecil, menghancurkan mekanisme jebakan dari dalam. Potongan logam beterbangan. Sorak samar pertama terdengar dari tribun atas. Nama "Raka Adisar" berkedip di layar publik, naik dua tingkat dalam hitungan detik.

Damar Veylan berdiri di balkon VIP, tangannya mencengkeram pagar hingga buku jari memutih. Citra tak terkalahkannya mulai retak.

Sistem Menara tak tinggal diam. Angin ribut menyapu arena tiba-tiba. Suhu jatuh drastis, embun membeku di permukaan mech. Raka merasakan dingin menusuk hingga ke tulang melalui sinkronisasi saraf ilegal. Modul prototipe di punggungnya berdenyut panas: Pola angin siklus 11 detik. Titik aman berpindah.

"Lompat ke platform kanan saat angin puncak!" teriak Raka. Ia melompat, +18 % mobilitas membuat gerakannya seperti bayangan. Sari terlambat setengah detik—angin menyentak mech-nya hingga terpental. Raka menyambar lengan Sari dengan lengan kiri yang kuat, menariknya ke tempat aman. Beban ekstra: ketahanan lengan turun ke 81 %. Biaya langsung tercetak.

Lia melempar granat suhu cadangan. Ledakan panas membalik pusaran angin, menciptakan celah sementara. Mereka maju lagi. Setiap langkah adalah pilihan mahal: gunakan upgrade terlalu sering, rangka rusak permanen; terlalu pelan, gas membunuh.

Di tengah pusaran, sensor kecil di suku cadang baru berdenyut pelan. Data log menunjukkan sinyal lemah keluar. Jantung Raka mencelos. Umpan pelacak. Klan Damar.

Ia tak sempat bereaksi. Jebakan baru aktif: lantai berubah menjadi zona suhu ekstrem—bagian es membeku, bagian lain membara. Raka melompat zig-zag, lengan kiri menahan benturan panas yang membuat cat mech mengelupas. Ketahanan lengan: 67 %. Angka itu menyala merah terang.

Sorak penonton semakin keras. Peringkat Raka kini melampaui Damar di segmen bawah. Layar publik berkedip gila: Anomali naik 7 peringkat. Rekor waktu lantai dua tercepat hari ini.

Damar mengepalkan tangan hingga urat-urat menonjol.

Raka dan dua rekannya mencapai titik akhir jebakan. Dengan gerakan terakhir, Raka memanfaatkan ledakan gas untuk menghancurkan inti kontrol lantai. Ledakan besar mengguncang arena. Gas menghilang. Bilah-bilah berhenti.

Lantai dua jatuh. Tiga climber berdiri di antara puing-puing, napas terengah. Tapi kemenangan itu tak sempat terasa manis.

Raka menatap sensor pelacak di punggung MSK-7A. Sinyalnya kini jelas, mengirim koordinat posisinya langsung ke jaringan klan Damar. Di balkon, Damar tersenyum tipis—senyum yang tak mencapai mata.

Sistem Menara sudah memanipulasi lingkungan untuk menjebaknya. Dan sekarang, suku cadang yang ia beli dengan harga mahal di pasar gelap ternyata umpan sempurna.

Tangga menara tak pernah memberi hadiah gratis.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced