Novel

Chapter 4: Log Tempur yang Terlarang

Raka dan Naya menyelinap ke distrik bawah untuk membuka enkripsi log tempur MSK-7A di tengah kejaran agen Damar. Mereka bertarung melawan preman klan di pasar gelap, mendapatkan suku cadang, lalu menyelesaikan upgrade lengan kiri dan kaki. Upgrade memberikan peningkatan mobilitas +18% dan ketahanan lengan +27% yang terukur. Log tempur mengungkap koordinat lantai dua tersembunyi, tapi sistem Menara langsung merespons dengan memanipulasi lingkungan lantai tersebut untuk menjebak Raka.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Log Tempur yang Terlarang

Alarm audit masih meraung di telinga Raka saat ia menarik Naya masuk ke lorong bawah tanah distrik bawah Menara Langit-Paku. Papan peringkat publik sudah menampilkan namanya dengan huruf merah menyala: Anomali - Tidak Terdaftar. Setiap langkah terasa seperti undangan bagi agen Damar. Lengan kiri MSK-7A mengeluarkan percikan biru, kerusakan kritis dari Proving Ground kemarin belum teratasi. Tapi yang lebih berbahaya adalah data log tempur yang sudah menyatu dengan sistem sarafnya—senjata sekaligus bom waktu.

"Delapan belas menit sebelum tim audit menyusul," kata Raka sambil menutup pintu besi dengan bahu. Napasnya pendek. "Buka enkripsinya sekarang."

Naya tidak membuang waktu. Jari-jarinya menari di hologram proyektor portabel, wajahnya berkeringat di bawah cahaya merah darurat. "Enkripsi level Dewan. Tapi modul prototipe di sarafmu bereaksi... seperti kunci hidup." Ia menyambungkan kabel langsung ke port leher Raka.

Rasa panas seperti jarum menyengat tulang punggungnya. HUD di mata Raka berkedip. Baris kode retak satu demi satu. Potongan log tempur MSK-7A terbuka: rekaman pertempuran tak resmi, suara mesin mengerang, dan di sudut peta—koordinat yang berkedip aneh.

"Dapat!" bisik Naya. Tapi hologram langsung merah. "Audit mendeteksi akses ilegal. Mereka sudah tahu!"

Mereka melesat keluar. Hujan asam di teras luar menyambut dengan gigitan tajam di kulit telanjang. Bau asam bercampur oli hangus dan asap kretek dari pasar gelap langsung menyelimuti mereka. Lorong sempit penuh kios suku cadang bekas. Pedagang bayangan menutup tenda begitu melihat kejaran.

"Serahkan data itu, Anomali!" Tiga preman klan Damar muncul dari gang samping. Pentungan besi dan pisau vibro berkilau di bawah lampu neon rusak.

Raka mendorong Naya ke belakang tumpukan rak. "Ambil servo kaki dan pelindung lengan kiri. Cepat!"

Ruang gerak sempit membuat pertarungan jadi kasar. Preman pertama menghantam dengan pentungan. Raka menghindar, tapi lengan kirinya lambat. Tendangan balasannya hanya menggores bahu lawan. Modul prototipe di sarafnya berdenyut hangat. Tiba-tiba servo kaki yang masih setengah rusak menyala lebih tajam. Tubuh Raka melesat—lebih cepat dari biasanya. Ia memutar di udara, tumit bot MSK-7A menghantam dagu preman hingga retak keras.

Preman kedua mencoba merebut tas data. Raka menekan tombol darurat. Lengan kiri yang rusak melepaskan percikan listrik langsung ke dada lawan. Tubuh besar itu kejang dan ambruk. Preman ketiga menjepitnya ke dinding, pisau vibro mendekati leher. Raka memanfaatkan dinding sebagai tumpuan, mendorong keras sambil menyikut rahangnya. Tulang berderak. Ketiganya tergeletak.

Naya muncul dengan dua suku cadang di tangan, napas tersengal. "Dapat! Tapi lebih banyak lagi datang. Damar sudah memblokir seluruh distrik lewat pengaruhnya!"

Mereka berlari lebih dalam ke hanggar rahasia. Pintu besi tebal menutup di belakang mereka. Naya langsung bekerja. Obeng elektromagnetik bergetar di tangannya yang gemetar. "Lengan kiri dulu. Kalau tidak, kau tak bisa pegang senjata di lantai berikutnya."

Ia memasang pelindung baru yang berkilau dingin. Lalu menyuntikkan paket data log tempur ke inti MSK-7A. Raka merasakan perubahan itu secara langsung—otot buatan berdenyut lebih kuat, sambungan saraf menyala. HUD langsung menampilkan angka jelas:

Mobilitas +18% Ketahanan Lengan Kiri +27%

Lengan yang tadi lemah kini terasa kokoh. Gerakan kaki lebih lincah, respons lebih tajam. Bukan lagi rongsokan—ini mesin yang hidup.

"Ini bukan sekadar perbaikan," kata Naya sambil menyeka keringat dari dahi. "Log tempur ini menyimpan koordinat lantai dua yang tak terdaftar di peta resmi. Akses rahasia, Raka. Kita bisa lewati jebakan Dewan Kota di lantai satu yang baru dinaikkan standarnya."

Raka mengepalkan tangan mekanik. MSK-7A terasa lebih ringan, lebih patuh. Tapi di luar hanggar, sirene audit semakin dekat. Layar papan peringkat publik pasti sudah memperbarui statusnya: target buruan nomor satu.

Tiba-tiba data log sepenuhnya terbuka di HUD-nya. Koordinat itu berkedip terang: sebuah titik di dinding Menara yang seharusnya tidak ada. Pintu masuk ke lantai tersembunyi. Namun sebelum Raka bisa bicara, HUD berkedip peringatan merah baru.

Sistem Menara merespons. Lingkungan Lantai 2 berubah: angin ribut, suhu ekstrem, pola jebakan dinamis.

Naya menatapnya dengan mata lebar ketakutan. "Mereka tahu kita punya koordinat itu. Menara sudah mulai memanipulasi lantai dua untuk menjebakmu."

Raka tersenyum tipis meski dadanya sesak oleh tekanan baru. Setiap upgrade membawa harga yang lebih mahal. Tapi tangga pendakian kini terbuka lebih lebar—dan jauh lebih mematikan—dari sebelumnya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced