Novel

Chapter 3: Standar Baru yang Mematikan

Raka berhasil menggagalkan upaya penyitaan MSK-7A dengan menggunakan otoritas data prototipe. Namun, kemenangan itu memicu reaksi keras dari Dewan Kota yang menaikkan standar kesulitan lantai satu secara drastis. Raka dan Naya kini terdesak oleh tim pengejar di ruang server, di mana Raka menemukan bahwa modul prototipe miliknya adalah kunci akses ke lantai-lantai terlarang yang tidak diketahui publik. Bab ini berakhir dengan Raka yang kini resmi dilabeli sebagai 'Anomali' di papan peringkat, menjadikannya target buruan utama sekaligus pemilik data yang bisa meruntuhkan hierarki Menara.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Standar Baru yang Mematikan

Asap panas masih mendesis dari sendi bahu MSK-7A saat Raka mendaratkan unit rongsok itu di lobi utama Menara. Belum sempat ia melepas helm, sorot lampu putih menyilaukan menghantam kokpitnya.

"Turun, Pendaki Raka!" bentak Detektif Jauhar. Jemarinya menekan tablet audit dengan agresif. "Status rangka itu 'Anomali' sejak sepuluh menit lalu. Prosedur standar: penyitaan aset ilegal."

Raka melompat turun, kakinya mendarat di lantai logam dengan bunyi dentang yang berat. "Ini bukan ilegal, Jauhar. Ini aset uji lapangan kelas satu dari lantai empat puluh," balas Raka dingin.

"Bohong," Jauhar memberi isyarat pada tim teknisi bersenjata di belakangnya. "Sistem Menara sudah menandai ini sebagai barang curian. Serahkan kuncinya, atau aku pastikan lisensi pendakianmu dicabut hari ini juga."

Jantung Raka berdegup kencang, namun ia tetap tenang. Dengan gerakan cepat, ia menekan panel proyeksi di pergelangan tangannya, mengirimkan log tempur terenkripsi langsung ke terminal audit Jauhar. "Periksa kodenya sekarang," tantang Raka. "Itu tanda tangan digital dari Administrator Sektor Empat. Jika kalian menyita unit ini, kalian bukan hanya menghalangi audit, tapi juga membatalkan data vital pembersihan lantai yang baru saja kuunggah."

Wajah Jauhar memucat saat layar tabletnya memancarkan cahaya biru terang—validasi otorisasi tingkat tinggi. Ketegangan mereda, namun tatapan mereka kini penuh dengan kecurigaan yang lebih gelap.

*

Di hanggar bawah, Naya bekerja seperti orang kesurupan. MSK-7A tampak seperti rongsokan yang dipaksa berdiri tegak; lengan kirinya terkulai, kabel hidrolik menjuntai seperti urat yang putus. Raka menyeka darah dari sudut bibirnya, napasnya berat, namun matanya terkunci pada monitor yang berkedip merah: STATUS: ANOMALI - AUDIT TERTUNDA.

"Data sinkronisasi ini tidak masuk akal, Raka," bisik Naya. Jemarinya menari cepat di atas konsol. "Sistem audit Menara mulai melakukan cross-check dengan log tempur pusat. Mereka tahu ada sesuatu yang tidak wajar."

Sebelum Raka menjawab, pintu hanggar bergeser terbuka. Damar Veylan melangkah masuk, setelan formalnya kontras dengan debu hanggar. "Kerja bagus untuk ukuran cadangan," Damar berhenti di depan MSK-7A, tatapannya meremehkan. "Tapi kau bermain dengan api. Serahkan log tempur dan modul itu padaku. Aku akan memastikan namamu dihapus dari daftar audit."

Raka tidak membalas dengan kata-kata. Ia justru memicu notifikasi publik di layar Menara bahwa mech-nya adalah 'Properti Uji Khusus Dewan'. Damar tertegun, lalu pergi dengan ancaman terselubung. Ia tidak akan membiarkan Raka bertahan lama.

*

Di ruang server bawah tanah, Raka tersungkur di kursi operator. Lengan kiri MSK-7A terhubung melalui kabel serat optik ke terminal utama. "Raka, hentikan!" Naya memukul meja. "Sistem keamanan sudah mendeteksi enkripsi ganda ini!"

Raka tidak mendengar. Ia memaksakan jemarinya menari di konsol, menyerap data dari modul prototipe. Rasa sakit tajam menghujam otaknya. Setiap data yang terdekripsi menampilkan koordinat lantai yang tidak ada di peta publik. "Mereka tidak hanya memburu mech-nya, Naya," bisik Raka parau. "Mereka memburu rahasia ini. Ini kunci akses otoritas tinggi."

Sebuah alarm melengking memecah keheningan. Lampu ruangan berubah merah berdenyut. Tim pengejar Dewan Kota telah mengunci koordinat mereka.

*

Ibu Sari menunggu di teras atas, di bawah hujan asam yang mendesis. "Kau baru saja memicu alarm di seluruh lantai, Raka," suaranya tajam. "Dewan kota sudah merevisi standar kelulusan lantai satu. Mereka menaikkan batasan kesulitan hanya untuk memastikan kau tidak bisa lewat dua kali."

Raka menatap layar hologram di pergelangan tangannya. Papan peringkat kota berkedip tajam, mengunci namanya sebagai target utama. Anomali - Tidak Terdaftar.

"Mereka takut data dari prototipe ini bocor," jawab Raka datar. Dia menendang pelindung kaki MSK-7A. "Mereka tidak menaikkan standar untuk menjaga kualitas, mereka melakukannya untuk menjebakku."

Di balik layar, log tempur mulai memancarkan koordinat lantai tersembunyi yang seharusnya tidak ada. Raka sadar, ia tidak lagi sekadar pendaki; ia adalah target yang harus dihancurkan sebelum ia mengungkap apa yang disembunyikan Menara di atas sana.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced