Novel

Chapter 9: Lantai Tiga: Uji Ketahanan

Raka berhasil menembus lantai tiga dengan mengorbankan integritas frame-nya, mengungkap bahwa lantai tersebut adalah arsip sejarah menara yang disembunyikan sekte. Kemenangan ini memicu penguncian total oleh Bhaskara Awan, menjebak Raka sendirian di dalam ruang arsip yang kini diserbu unit elit.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Lantai Tiga: Uji Ketahanan

Lampu indikator di gerbang lantai tiga berkedip merah—sebuah peringatan bahwa akses Raka Wira telah dibekukan. Di layar monitor utama, hitung mundur penarikan aset miliknya tersisa 03:37:12. Waktu yang tersisa untuk membuktikan bahwa frame rongsokannya adalah anomali yang tak bisa dibuang begitu saja. Bhaskara Awan berdiri di anjungan pengawas, menatap dari balik kaca antipeluru dengan senyum tipis yang merendahkan. Di sampingnya, Sari Purnama memegang tablet data, matanya menyipit saat melihat Raka bersiap melakukan tindakan nekat. Sari tidak lagi menatap Raka sebagai komoditas yang akan bangkrut; ia melihat potensi ledakan pasar yang bisa menghancurkan reputasi Bhaskara.

"Sistem sekte sudah dikunci untuk unitmu, Raka," ujar Bhaskara melalui pengeras suara, suaranya memenuhi arena. "Menyerahlah. Audit tidak akan menunggu pilot yang mencoba meretas otoritas pusat."

Raka tidak menjawab. Ia merasakan tarikan konstan dari log prototipe yang kini menyatu dengan sistem sarafnya. Rasa sakit tajam menjalar di sepanjang tulang belakangnya, namun ia mengabaikannya. Dengan gerakan presisi, ia menancapkan modul akses ilegal—hasil modifikasi Manto—ke lubang terminal gerbang. Data bukti konspirasi yang ia curi dari arsip Bhaskara mengalir masuk ke sistem menara. Klik. Gerbang itu terbuka setengah, memicu alarm audit yang memekakkan telinga. Papan skor publik seketika berkedip, menandai Raka sebagai ancaman aktif yang kini berada di dalam zona terlarang.

Begitu melangkah masuk, dunia lantai tiga berubah. Koridor presisi ini tidak menyambut dengan monster, melainkan dengan keheningan yang menyesakkan. Udara berbau logam panas dan ozon—sisa dari pemotong gelombang yang aktif setiap kali sensor mendeteksi mikron pergerakan yang salah.

"Jangan bernapas terlalu dalam," bisik Raka melalui kanal komunikasi tim yang terenkripsi. "Lantai ini membaca getaran napas dan tekanan kaki. Satu kesalahan sinkronisasi, dan dinding ini akan memotong frame kita menjadi potongan besi tua."

Di belakangnya, anggota tim lain gemetar. Mereka bukan pendaki elit dengan frame yang disubsidi sekte; mereka adalah sisa-sisa pilot yang menolak ditarik paksa oleh Bhaskara. Raka memetakan celah di antara detak pemotong gelombang menggunakan log prototipe-nya. Saat mereka mencapai titik tengah lorong, sensor lantai mulai berkedip merah. Jebakan itu tidak lagi sekadar menunggu; ia mulai mengoreksi gerak Raka, memaksa frame-nya keluar dari jalur. Raka mengertakkan gigi, mengorbankan panel lengan luar frame-nya agar bisa meloloskan tim dari jepitan dinding logam yang menutup rapat.

Di ruang node tengah, sambungan kanan frame Raka memekik, logam yang retak bergesekan dengan hidrolik yang dipaksa melampaui batas toleransi. Latensi turun hingga 31 persen, namun harga yang harus dibayar adalah denyut panas yang merambat dari inti mesin ke sistem saraf Raka. Unit penjaga mekanis berbentuk laba-laba besi berhamburan dari dinding, memblokir koridor. Raka tidak punya ruang untuk bermanuver. Ia memilih dorongan singkat yang nyaris brutal: frame-nya melesat melewati sergapan dengan efisiensi baru, membelah formasi penjaga dan meninggalkan jejak api biru di lantai. Papan publik memperbarui angka Raka di depan semua orang. Sari Purnama mengubah nadanya dari penilai dingin menjadi calon mitra, sementara Manto di ruang kendali memantau data yang mulai terurai.

Di jantung lantai tiga, Raka menemukan ruang arsip yang seharusnya tertutup. Di sana, ia menemukan lapisan sejarah menara yang disembunyikan sekte di balik desain jebakan. Namun, sebelum temuan itu tersalin sempurna, sambungan timnya diputus. Akses bantuan diblokir, dan sistem lantai mengunci jalur keluar. Raka berdiri terisolasi di tengah ruangan, dikepung oleh sistem yang kini beralih menjadi pemburu. Fakta baru menempel jelas di layar visinya: lantai tiga bukan sekadar ujian ketahanan, melainkan gerbang menuju sejarah menara yang dipalsukan sekte. Bhaskara telah mengunci ruangan itu, dan kini, gelombang unit tempur elit sekte mulai merayap masuk ke dalam ruang arsip, dirancang khusus untuk memastikan Raka tidak pernah keluar hidup-hidup.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced