Novel

Chapter 6: Audit Kael: Jebakan Birokrasi

Kael memaksa Aris menghadapi audit mendadak di tempat tinggalnya, mengintai dengan sensor energi tinggi yang mengancam untuk mengungkap peningkatan kekuatannya yang tersembunyi. Aris harus menggunakan teknik penyamaran dan manipulasi cerdik demi melindungi ledger dan Fragment of Time yang menjadi kunci pendakian kekuatannya. Namun, Kael menemukan catatan medis lama yang mengungkap identitas rahasia Aris sebagai subjek eksperimen yang seharusnya telah mati bertahun-tahun lalu, menciptakan ancaman eksposur yang lebih berbahaya daripada pajak yang harus dibayar.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Audit Kael: Jebakan Birokrasi

Pintu kayu kamar Aris hancur berkeping-keping, terhempas oleh tendangan bertenaga dari Kael. Tanpa basa-basi, auditor itu melangkah masuk, aura tekanan menekan udara hingga terasa padat dan menyesakkan. Di tangannya, gulungan segel resmi palsu berkilau redup, alat legalitas untuk tindakan perampasan paksa. "Aris, serahkan catatan transaksi pasar lantai bawah sekarang," desak Kael dingin. Matanya berkilat, memancarkan sensor energi tingkat tinggi yang menyapu setiap sudut ruangan, membedah struktur dinding demi mencari celah rahasia.

Aris tetap duduk tenang, keringat dingin membasahi punggungnya. Ia tahu, ledger yang terselip di balik bilah lantai adalah kunci bertahan. Saat sensor Kael merayap mendekati titik persembunyian, Aris sigap menyentilkan aliran Qi tipis ke arah mesin pendingin tua di sudut kamar. Bum! Percikan api dan ledakan kecil membakar kabel, memicu lonjakan energi liar. Kael mendengus, namun hidungnya tiba-tiba mengendus udara. "Aroma energi murni? Sesuatu yang tak mungkin dimiliki pecundang sepertimu." Kael menarik diri dari sensor, matanya menyipit tajam menatap Aris. Tekanan Qi mencekik memenuhi ruangan, dinding kayu gubuk berderit hebat. Aris mengatur napas, memastikan aliran Qi tetap tertutup di balik lapisan penyamaran tingkat rendah yang menipu sensor.

Langkah kaki Kael bergema di lorong lembap Sektor Bawah, suara logam beradu dengan lantai batu retak. Aris berdiri mematung, dadanya sesak oleh sisa energi bergejolak setelah penggunaan Fragment of Time. Di tangannya, ledger—bukti nyata bahwa Menara bukan sekadar tempat pendakian, melainkan penggiling kultivator menjadi bahan bakar.

"Kau beruntung, Aris," ujar Kael tanpa menoleh, jemarinya mengetuk permukaan dinding yang dipenuhi poster pembongkaran. "Sistem jarang membiarkan hama seperti kau bertahan setelah lonjakan energi di lantai atas. Tapi aku bukan sistem. Aku penilai yang teliti."

Aris menelan ludah, merasakan perih di meridianya. "Pajakku sudah lunas, Kael. Kau sendiri yang memverifikasinya di lelang tadi."

Kael berbalik, senyumnya tipis penuh racun. Ia mengeluarkan gulungan catatan medis yang menguning, dokumen yang seharusnya musnah bersama identitas lama Aris dalam pembersihan arsip sepuluh tahun lalu. "Lunas? Pajak hanyalah angka. Yang membuatku tertarik adalah anomali. Catatan ini menyebut kultivator dengan frekuensi energi identik denganmu telah mati karena eksperimen gagal di tahun ke-40. Bagaimana mungkin kau masih bernapas di tahun ke-52?"

Jantung Aris berpacu. Kael tidak hanya mengejar pajak; dia memburu jejak sejarah yang ingin Aris sembunyikan.

Dinding pembatas lantai dua bergetar, memancarkan frekuensi rendah yang membuat gigi Aris ngilu. Di balik struktur beton dan sihir itu, sensor Kael menyapu koridor, mencari anomali energi dari Fragment of Time milik Aris. Waktu tersisa sebelum audit mencapai titik kritis. Jika tertangkap, bukan hanya pajak yang hilang, tapi eksistensi Aris sebagai aset eksperimen akan dihapus.

Aris menyandarkan punggung ke dinding dingin. Ia harus menembus sekat sektor menuju lantai tiga untuk melarikan diri, namun akses utama terkunci oleh birokrasi Kael. Dengan napas tersengal—efek samping kehilangan separuh sisa umurnya—ia memaksa teknik Konversi Tekanan Pasar menyedot energi dari dinding depan.

"Ayo, tarik saja," bisik Aris, jemarinya gemetar menyentuh permukaan dinding. Seketika, teknik tak lagi menyerap energi tubuhnya. Alih-alih merasa kosong, Aris merasakan tarikan agresif mengerikan. Teknik mulai menyedot energi fondasi bangunan. Dinding depan retak, mengeluarkan percikan api biru menyilaukan.

Kengerian menyergap: teknik telah berevolusi, kehilangan kendali cakupan konsumsi. Ia bukan sekadar menyedot energi lawan, tapi mulai menggerogoti lingkungan sekitar. Aris berjuang menguasai teknik sambil menyadari konsekuensi berbahaya yang mengintai.

Cahaya biru neon di Terminal Audit Utama berkedip tak stabil, mencerminkan detak jantung Aris yang berpacu. Layar hologram menampilkan data yang seharusnya sudah dihapus dari sejarah Menara: berkas medis dengan segel merah 'Subjek Eksperimen 09-B'. Kael berdiri di belakang, napas dinginnya seperti belati di tengkuk Aris.

"Data ini tak bisa berbohong, Aris," bisik Kael. Suaranya datar, tapi penuh kemenangan beracun. "Kau seharusnya mati dalam penghancuran sektor bawah lima tahun lalu. Bagaimana hantu bisa memenangkan lelang dan menembus lantai dua?"

Aris tak menoleh. Ia merasakan sistem Menara bereaksi terhadap berkas terlarang itu. Alarm tipis berdengung sepanjang koridor, tanda otoritas lantai atas sinkronisasi data. Jika Kael menekan 'Konfirmasi Identitas', akses Aris ke lantai dua akan dicabut permanen dan dikirim ke ruang eliminasi.

Aris merogoh saku, jemarinya mencengkeram Fragment of Time yang baru diperoleh. Material hangat, berdenyut selaras dengan teknik Konversi Tekanan Pasar. Ia tak punya waktu berdebat. Dengan satu gerakan cepat, Aris tak menghapus berkas—ia menyuntikkan energi dari Fragment of Time langsung ke terminal.

"Kau... tak akan bisa mengunci aku hari ini," gumamnya, mata menatap layar hologram yang bergetar. Waktu dan ruang seolah berputar, memberi celah sempit untuk lari ke lantai dua, melawan waktu dan sistem yang mengincar nyawanya.

Kael mengerutkan kening, menyadari trik licik itu. Namun sebelum ia bisa bertindak, Aris sudah melesat ke tangga darurat, meninggalkan jejak energi yang kini mulai memicu alarm Menara yang meraung di seluruh sektor. Ancaman baru telah lahir: bukan hanya pajak atau audit, tapi eksposur identitas yang bisa membunuh karir dan nyawa Aris.

Di lorong sunyi lantai dua, napas Aris terengah, tubuhnya menggigil akibat biaya berat naik ke sini. Namun di balik rasa sakit itu, ada secercah harapan dan beban baru: tekniknya kini mulai menyerap energi dari lingkungan, bukan lagi dari dirinya sendiri. Sebuah kekuatan yang berbahaya sekaligus menjanjikan. Langkah selanjutnya di tangga menara ini lebih berat dari sebelumnya, tapi Aris tahu—jika ia gagal, bukan hanya dirinya yang hilang, tapi seluruh mimpi kebebasan dari sistem yang telah menjebaknya sejak lama.

Kael, di belakang, menatap layar terminal dengan mata penuh dendam dan ketakutan. Catatan medis itu telah membuka pintu perang yang selama ini tersembunyi. Dan perang itu baru saja dimulai.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced