Novel

Chapter 7: Chapter 7

Arga memaparkan bukti manipulasi dokumen di depan auditor, namun menemukan bahwa berkas penilaian asli telah disabotase. Munculnya pembeli strategis memaksa Ratna menghadapi kenyataan bahwa kendali atas restoran kini terancam lepas dari tangannya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 7

Bau minyak wijen dan kaldu sapi yang pekat menguar dari dapur, namun udara di ruang rapat belakang restoran Wulandari terasa tajam dan dingin. Arga Pratama berdiri di ambang batas antara keramik dapur yang licin dan karpet ruang rapat yang mewah. Di sana, Ratna Wulandari duduk tegak, tangannya mencengkeram map biru yang kini tampak tak berarti di depan Pak Hadi Lestari.

"Aku tidak mengerti kenapa kamu masih di sini, Arga," desis Dimas tanpa menoleh, suaranya bergetar menahan amarah. "Ini urusan audit strategis, bukan tempat untuk pelayan dapur."

Arga tidak bergeming. Ia tahu posisinya: di mata keluarga ini, ia hanyalah beban yang harus disingkirkan. Namun, di tangannya, ia memegang kunci yang lebih berat daripada sekadar harga diri. Ia melangkah masuk, mengabaikan tatapan meremehkan Ratna.

"Audit ini tidak akan selesai dengan dokumen yang kalian ajukan, Dimas," ucap Arga tenang. Suaranya datar, namun memutus percakapan dengan otoritas yang membuat Pak Hadi menolehkan kepala. "Cap gudang lama yang kalian gunakan di lembar revisi itu tidak pernah terdaftar di buku arsip tahun 2018. Saya punya catatan pengiriman asli dari Pak Jaya yang membuktikan bahwa tender tersebut tidak pernah ada di sistem, melainkan hanya di atas meja kalian."

Ratna tersentak, wajahnya pucat pasi. "Kamu lancang!"

"Saya hanya efisien, Bu," sahut Arga. Ia meletakkan sebuah map cokelat berisi salinan bukti transaksi yang menghubungkan PT Cakrawala Investama dengan defisit operasional restoran. Suasana berubah seketika. Pak Hadi mengambil map tersebut, matanya menelusuri angka-angka yang selama ini disembunyikan Dimas.

Di saat yang bersamaan, di koridor belakang yang pengap, Maya menyelipkan kunci lemari arsip lama ke tangan Arga. "Ibu menyembunyikan berkas penilaian asli di sana," bisik Maya, matanya memancarkan ketakutan sekaligus harapan. "Jika mereka tahu aku memberimu ini, mereka akan menghancurkanku."

Arga mengangguk singkat. Ia membuka lemari itu dengan tangan dingin. Namun, saat pintu besi berderit terbuka, ia mendapati ruang kosong yang sengaja dibersihkan. Bukan berkasnya yang hilang, melainkan tanda bahwa seseorang telah mengosongkannya dengan terburu-buru. Arga menyadari bahwa ini bukan sekadar kelalaian; ini adalah sabotase sistematis untuk menekan harga aset agar restoran jatuh ke tangan pemodal bayangan.

Kembali ke ruang rapat, ketegangan memuncak saat perwakilan konsorsium pembeli strategis masuk ke ruangan. Pria itu tidak berbasa-basi. "Kami memiliki penawaran untuk menyelamatkan restoran ini dari kebangkrutan akibat utang PT Cakrawala," ujarnya dengan nada dingin. "Namun, syaratnya mutlak: manajemen harus dirombak total, dan kendali operasional harus dipindahkan ke dewan pengawas kami."

Ratna tertegun. Ia baru saja menyadari bahwa dengan membiarkan Dimas bermain di balik layar, ia telah membuka pintu bagi serigala yang lebih besar. Kendali atas restoran, simbol martabat keluarga yang ia jaga seumur hidup, kini mulai terlepas dari genggamannya. Arga menatap map kosong di tangannya, lalu beralih ke wajah pucat Ratna. Ia tahu, berkas yang hilang itu adalah kunci terakhir untuk mengungkap siapa sebenarnya yang memegang kendali atas harga warisan ini—dan dia akan menemukannya sebelum lelang ditutup.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced