Novel

Chapter 5: Chapter 5

Arga Pratama berhasil menggagalkan upaya Dimas untuk memalsukan audit dengan menyodorkan bukti cap arsip lama dan aliran dana ke pemodal bayangan di depan auditor Pak Hadi. Maya mulai berpihak pada Arga setelah menyadari skala kebohongan keluarganya, sementara Ratna kehilangan kendali atas narasi keluarga. Bab berakhir dengan Arga membawa saksi kunci untuk mengunci posisi tawar di ruang rapat yang tertutup.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 5

Bau kaldu ayam yang biasanya menjadi aroma kebanggaan di dapur restoran leluhur Wulandari kini terasa menyesakkan, bercampur dengan tajamnya bau kertas fotokopi dan tinta printer. Di ruang makan utama, suasana telah berubah menjadi ruang pengadilan dadakan. Arga Pratama berdiri tegak di ambang dapur, memegang map cokelat yang berisi napas hidup restoran ini, sementara Dimas Wulandari berdiri di depan meja audit dengan wajah yang mulai kehilangan ketenangan.

“Cepat tanda tangani, Arga. Auditor tidak punya waktu seharian untuk meladeni ketidaktahuanmu,” desis Dimas. Tangannya menyodorkan selembar klarifikasi palsu. Jika Arga membubuhkan tanda tangan di sana, selisih biaya operasional yang mencurigakan akan dianggap sebagai kesalahan administrasi sepele. Nama keluarga selamat, dan Arga akan menjadi tumbal yang sempurna.

Arga tidak bergerak. Ia memandang Ratna Wulandari yang berdiri di samping meja, menatapnya dengan dingin. “Ibu ingin saya menandatangani ini agar audit ditutup?” tanya Arga, suaranya tenang namun bergema di ruangan yang mendadak sepi. “Tapi Pak Hadi, apakah Anda sudah memeriksa cap di lembar revisi ini?”

Pak Hadi Lestari, penilai lelang yang duduk di ujung kursi, menghentikan gerakannya. Ia mengambil berkas itu, menyesuaikan kacamatanya, dan mengerutkan kening. “Cap ini… ini cap gudang lama yang seharusnya sudah disegel tahun lalu. Mengapa ada di sini?”

Dimas tersentak. “Itu… itu mungkin kekeliruan staf, Pak. Saya bisa memperbaikinya sekarang.”

“Bukan sekadar kekeliruan,” Arga memotong, melangkah maju dan meletakkan salinan transaksi bank yang ia ambil sebelum aksesnya diputus. “Ini adalah aliran dana keluar yang tidak tercatat. Mengapa ada nama PT Cakrawala Investama sebagai pemodal utama di catatan belakang ini?”

Keheningan menyergap. Maya Wulandari, yang berdiri di dekat ibunya, menatap angka-angka di atas meja dengan napas tertahan. Ia melihat ke arah Arga—bukan lagi sebagai menantu yang numpang hidup, melainkan sebagai pria yang memegang pisau bedah untuk membelah kebohongan keluarganya sendiri. Ratna menarik lengan Maya ke lorong samping, jauh dari jangkauan auditor.

“Panggil Arga. Suruh dia diam,” bisik Ratna dengan nada mengancam. “Jangan biarkan dia mempermalukan kita di depan orang luar.”

“Kalau Ibu memintanya diam, berarti Ibu meminta aku ikut menutup kebohongan ini,” jawab Maya, suaranya bergetar namun tegas. “Ibu sendiri yang bilang restoran ini adalah harga diri kita. Tapi apa artinya harga diri jika dibangun di atas catatan palsu dan pemodal bayangan?”

Ratna tertegun. Di ambang lorong, Arga muncul tanpa suara, membawa bukti yang membuat pilihan Maya menjadi soal kejujuran bisnis yang tak bisa lagi ditawar.

Kembali ke ruang rapat, Dimas mencoba langkah terakhir. Ia memindahkan rapat ke ruang tertutup di bagian belakang, berharap bisa memutus aliran pertanyaan auditor. Namun, Pak Hadi sudah terlanjur memegang daftar harga asli yang membuktikan manipulasi tersebut. Saat Dimas hendak memaksa penandatanganan sekali lagi, Arga berdiri di ambang pintu dengan seorang saksi kunci dari gudang lama yang selama ini dianggap telah bungkam.

Ruangan itu mendadak kehilangan oksigen. Dimas menatap Arga dengan ketakutan yang nyata, sementara Pak Hadi menolak pulpen yang disodorkan. Perang ini bukan lagi tentang siapa yang berkuasa di meja makan, tapi tentang siapa yang memegang kendali atas dokumen yang akan menghancurkan atau menyelamatkan nama Wulandari selamanya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced