Jejak Akuntansi Terlarang
Bau hangus kain sutra dan kayu jati yang terbakar masih menggantung di udara, menyesakkan dada. Adrian berlutut di atas lantai beton yang retak, sisa-sisa toko Mei Lin yang kini hanya berupa kerangka hitam legam. Tangannya yang terbungkus sarung tangan karet gemetar saat ia menyisir tumpukan abu. Di bawah reruntuhan rak yang tumbang, jemarinya menyentuh sesuatu yang keras dan dingin: sebuah kotak besi.
"Berhenti, Adrian," suara Mei Lin terdengar par
Preview ends here. Subscribe to continue.