Bayang-Bayang di Balik Meja
Aroma dupa cendana yang biasanya menenangkan kini terasa mencekik, memicu mual yang merambat naik dari ulu hati Adrian. Ia berdiri di ambang pintu belakang toko kain, menatap Mei Lin yang sedang membakar tumpukan dokumen di dalam tong besi. Lidah api menjilat pinggiran kertas, memperlihatkan stempel resmi pelabuhan yang sangat dikenali Adrian.
"Berhenti!" Adrian melangkah maju, mencengkeram lengan Mei Lin, memaksa wanita itu mundur. "Itu bukti, Mei Lin. Itu manifes pengiriman yang menghubungkan namaku dengan jaringan ini. Kenapa kau membakarnya?"
Mei Lin menepis tangan Adrian, wajahnya yang keriput tampak pucat di baw
Preview ends here. Subscribe to continue.