Buku Besar yang Terkunci
Bunyi denting logam di dalam brankas tua itu terdengar kering, memantul di dinding toko yang sesak oleh aroma kain sutra dan debu. Adrian menarik napas, jemarinya yang terbiasa mengetuk papan tik di kantor pusat logistik kini gemetar saat memutar kombinasi angka: tanggal lahir ibunya, ditambah kode gudang lama yang ia temukan di balik bingkai foto.
Tetap tidak ada respon. Mekanisme itu terkunci rapat, seolah menolak pengakuan dari tangan yang telah lama meninggalkan Chinatown.
"Itu tidak akan terbuka dengan kenangan, Adrian," suara Mei Lin memecah kesunyian. Wanit
Preview ends here. Subscribe to continue.