Pilihan yang Tak Terelakkan
Lampu gantung di ruang tamu Pakde Salim berayun pelan, menciptakan bayang-bayang yang menari di atas meja kayu jati yang penuh noda teh. Aris menatap layar laptopnya yang memancarkan cahaya biru dingin, menerangi baris-baris kode yang baru saja ia pecahkan. Di sampingnya, buku kas tua dengan sampul kulit yang mulai mengelupas tergeletak terbuka.
"Bunga yang tidak mekar."
Istilah itu bukan sekadar kode pengiriman barang. Itu adalah skema bunga majemuk yang dirancang Bapak dua puluh tahun lalu untuk menjerat para perantau yang datang meminta bantuan. Ar
Preview ends here. Subscribe to continue.