Retakan di Balik Topeng
Pintu apartemen Aris bergetar hebat saat seseorang menghantamnya dari luar. Suara debuman itu merambat ke lantai kayu yang rapuh, mengirimkan getaran yang membuat cangkir kopi di meja kerjanya berderak. Aris tidak menoleh; matanya terpaku pada layar laptop yang menampilkan barisan kode yang masih terkunci.
"Aris, buka pintunya! Kami tahu kau membawa sesuatu dari gudang," suara Pakde Salim terdengar parau dari balik pintu, diselingi napas yang memburu. "Jangan biarkan dosa bapakmu menjadi nisanmu juga."
Aris mengabaikan teriakan itu. Jantungnya memukul rusuk dengan irama yang kacau. Tangannya gemetar saat ia menekan tombol keyboard. Ia butuh kunci dekripsi. Catatan Bap
Preview ends here. Subscribe to continue.