Harga Sebuah Nama
Derit pintu besi gudang di Jalan Melati terdengar seperti jeritan logam yang sekarat. Aris menahan napas, jemarinya yang gemetar menekan tuts laptop. Bilah progres transfer data merayap lambat: 88%... 91%. Data milik Rian—sepupunya yang hilang—bukan sekadar catatan transaksi, melainkan bukti sistematis bagaimana Bapak memanipulasi bunga utang tetangga selama bertahun-tahun.
"Cabut sekarang atau kita mati di sini," desis Maya. Ia terus memindai celah pintu gudang. Aris tidak menjawab. Ia menarik flashdisk tepat saat derap sepat
Preview ends here. Subscribe to continue.