Novel

Chapter 10: Konfrontasi Akhir

Aris dan Clara berhasil menemukan bukti cadangan berupa microdrive berisi rekaman suara Bram dan kaki tangannya saat meloloskan diri dari estate yang dibakar oleh Bram. Mereka kini berada di luar, namun identitas pengkhianat di dalam keluarga masih menjadi misteri yang mengancam.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Konfrontasi Akhir

Alarm estate meraung, memekakkan telinga hingga dada Aris bergetar. Pintu baja di belakangnya turun perlahan, menyegel ruang kerja rahasia Bram. Di monitor dinding, hitung mundur deklarasi hukum Clara menyala kejam: 96 jam tersisa.

Clara bersandar di meja, wajahnya pucat, tangan menekan tulang rusuk. Aris merapat, matanya memindai ruangan: rak arsip palsu, panel kabel yang terbuka, dan terminal cadangan yang masih hidup. Di luar sana, Bram sedang memaksa seluruh keluarga menandatangani surat kuasa kolektif. Di sini, mereka terjebak.

"Dia mengubah feed siaran," bisik Clara, suaranya serak. "Kalau kita keluar lewat jalur utama, dia akan menayangkan kita sebagai penyusup bersenjata."

Aris menatap buku besar hitam di atas meja. Halamannya memuat cap notaris palsu dan daftar nama kerabat yang dipaksa menyerahkan hak waris. Ini bukan sekadar bukti; ini senjata. Ia menyambungkan drive D-17 ke terminal.

"Kita tidak butuh pintu utama," gumam Aris. "Kalau dia memakai kamera untuk menjebak kita, kamera itu juga yang akan membuka jalan."

Lampu ruangan meredup. Suara Bram mengalun dari speaker, tenang dan mematikan. "Aris, kau masih punya kesempatan. Letakkan buku itu. Kalau tidak, besok wajahmu akan terpampang di semua media sebagai pemeras."

Aris menekan tombol rute siaran cadangan. Layar berkedip, lalu menampilkan ruang siaran utama estate. Bram berdiri di sana, namun kini, halaman buku besar hitam yang dibuka Aris muncul di layar studio, diperbesar hingga detail rekening cangkang terbaca jelas.

Bram menegang. Di studio, kerabat yang berjajar menoleh serempak. Pengacara keluarga menahan napas, matanya membelalak melihat bukti di layar.

"Siapa yang memindahkan aset keluarga ke perusahaan cangkang?" Aris berbicara ke mikrofon terminal, suaranya menggema di studio. "Siapa yang memalsukan cap notaris? Lihat halaman tujuh dan sebelas. Semuanya ada di sini."

Kegaduhan pecah di studio. Bram tersenyum dingin, lalu menatap langsung ke kamera, seolah menatap Aris. "Kau pikir aku takut pada publik? Aku tinggal beri mereka versi yang lebih mahal."

Sebuah dentuman keras mengguncang ruangan. Penjaga mencoba mendobrak pintu. Clara meraih lengan Aris, jemarinya dingin. "Dia akan membakar tempat ini."

Bram muncul di ambang pintu, membawa jeriken bensin dan korek api. Tidak ada lagi topeng paman dermawan. "Aku tidak butuh kalian hidup. Aku butuh semua yang kalian sentuh lenyap."

Aris menarik Clara ke balik meja berat. "Kau sudah memalsukan jalur waris, Bram. Kau bukan penjaga keluarga, kau perampok yang mengosongkan brankas sebelum deklarasi!"

Bram menyalakan korek. Api menyambar bensin di lantai, menjalar cepat ke arah meja. Aris menyambar buku besar hitam, namun Clara tiba-tiba merogoh balik plester dinding dan mengeluarkan microdrive kecil.

"Ini bukti cadangan," bisik Clara. "Rekaman asli. Perintah Bram dan suara orang dalam yang membantu memalsukan denah estate."

Aris tertegun. Jika rekaman itu memuat nama orang dalam, maka pengkhianat itu ada di lingkaran terdekat mereka. Aris menarik Clara menuju pintu servis sempit yang ia pelajari dari denah asli. Mereka menerobos lorong utilitas saat api melahap ruang kerja di belakang mereka.

Di ujung lorong, mereka menendang pintu besi dan berguling ke halaman belakang yang basah. Estate itu mulai terbakar hebat. Di kejauhan, sirene mulai terdengar. Clara menggenggam microdrive itu seolah itu adalah nyawanya.

"Kalau ini dibuka," ujar Clara, "Bram tidak cuma jatuh. Orang yang membantunya juga ikut terbakar."

Aris menatap api yang melahap rumah keluarga itu. Mereka selamat, tapi pertanyaan baru muncul: jika Clara menyimpan rekaman itu, siapa sebenarnya yang selama ini membimbing Aris ke dalam perangkap? Seseorang di dalam rumah ini bukan sekadar pengkhianat. Dia adalah pintu yang membuka seluruh jebakan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced