Novel

Chapter 8: Waktu yang Menipis

Aris menerima pesan suara Clara yang mengungkap bahwa ia disekap di dalam estate keluarga. Aris memaksa pengacara keluarga untuk memberikan akses fisik ke ruang kerja rahasia Bram. Aris berhasil menyusup ke estate dan menemukan buku besar hitam, namun ia terjebak dalam jebakan yang telah disiapkan Bram.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Waktu yang Menipis

Empat hari. Sisa waktu itu berdenyut di pelipis Aris seperti detak jam dinding yang rusak. Di balik dinding beton gudang tua tempatnya bersembunyi, suara sirine polisi Jakarta terdengar samar, namun Aris tahu mereka tidak sedang memburu Om Bram. Mereka sedang memburu dirinya.

Ponsel di tangannya bergetar. Pesan suara dari Clara masuk, durasinya hanya enam detik, namun cukup untuk meruntuhkan seluruh rencana Aris.

“Aris, jangan cari aku di luar sana. Mereka memindahkan semuanya ke dalam dinding... aku ada di estate. Di bawah hidung mereka.”

Aris mematung. Selama ini, ia membuang waktu berharga melacak jejak digital Clara ke luar kota, sementara adiknya itu disekap di dalam labirin beton yang ia anggap rumah. Bram tidak hanya mencuri warisan; ia mengubah estate keluarga menjadi penjara pribadi. Aris menatap layar ponselnya yang retak. Jika deklarasi hukum disahkan dalam 96 jam, Bram akan memiliki akses penuh ke aset keluarga, dan Clara akan dinyatakan hilang selamanya—atau lebih buruk, dihilangkan secara permanen.

Ia harus menembus estate. Bukan sebagai pewaris yang diusir, melainkan sebagai penyusup.

Aris membuang kartu SIM-nya ke selokan. Ia tidak bisa lagi menggunakan jalur komunikasi yang bisa dilacak. Ia bergerak menuju titik pertemuan yang dijanjikan dengan Baskoro, pengacara keluarga yang kini menjadi satu-satunya celah dalam benteng hukum Bram. Pertemuan itu terjadi di parkiran bawah tanah yang pengap, di mana bau oli mesin dan debu beton menyatu.

"Kau gila, Aris," desis Baskoro, matanya memindai kegelapan dengan panik. "Bram sudah mengubah denah renovasi estate. Lantai dua sekarang adalah zona terlarang yang dijaga ketat oleh keamanan swasta."

Aris menyodorkan tablet berisi data dekripsi D-17. "Ini bukan sekadar kode, Baskoro. Ini rute pencucian uang yang menghubungkan Bram dengan firma hukum Anda. Jika saya menyerahkan ini ke polisi sekarang, Anda ikut terseret. Tapi jika Anda memberi saya akses fisik ke denah asli dan kunci utilitas lantai dua, saya akan memastikan nama Anda bersih dari berkas ini."

Baskoro terdiam. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. Ia tahu Aris tidak sedang menggertak; ia sedang menawarkan satu-satunya jalan keluar dari jeratan Bram. Dengan tangan gemetar, pengacara itu menyerahkan sebuah kunci magnetik hitam. "Ini akses ke pintu layanan di sayap timur. Tapi ingat, Aris, Bram tidak hanya menjaga aset. Dia menjaga rahasia yang bisa membunuh kita semua."

Aris tidak menunggu jawaban. Ia melesat ke estate keluarga, menyelinap melalui celah utilitas yang sempit. Udara di dalam rumah itu terasa berat, berbau kayu ek tua dan kemewahan yang membusuk. Ia merayap di balik panel dinding, mengikuti petunjuk Clara: hitung langkah dari lemari arsip ke arah timur.

Ia menemukan panel kayu yang sedikit longgar di balik perpustakaan pribadi Bram. Dengan napas tertahan, ia mengungkitnya. Di sana, tergeletak sebuah buku besar hitam dengan sampul kulit yang dingin. Inilah bukti hidup itu. Namun, saat jemarinya menyentuh buku tersebut, sebuah lampu indikator merah di sudut ruangan berkedip tajam. Klik. Pintu akses utilitas terkunci otomatis.

Suara interkom berdengung, memecah kesunyian yang mencekam. Suara Bram terdengar jernih, tenang, dan penuh kemenangan.

"Aris, keponakanku yang keras kepala. Kau selalu tahu cara menemukan pintu yang salah. Selamat datang di pertemuan keluarga terakhirmu."

Aris terperangkap. Ia menatap buku besar di tangannya, menyadari bahwa ia tidak hanya menemukan bukti, ia baru saja berjalan masuk ke dalam perangkap yang dirancang untuk mengumpulkan semua ahli waris di satu tempat.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced