Novel

Chapter 6: Chapter 6

Arga berhasil membalikkan posisi tawar di depan para investor dengan membeberkan bukti transaksi fiktif yang melibatkan Pak Hendra Suroto, memaksa tender renovasi dapur Wiratama dihentikan sementara untuk audit independen.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 6

Bau kaldu sapi yang biasanya menjadi kebanggaan Rumah Makan Wiratama kini terasa menyesakkan, bercampur dengan aroma pembersih lantai yang tajam. Arga Pratama berdiri di depan pintu gudang arsip yang kini terkunci rapat. Di depannya, Dimas Wiratama baru saja menempelkan lakban merah—simbol bahwa akses Arga ke sejarah keuangan keluarga telah diputus secara resmi.

"Jangan bermimpi masuk ke sini lagi, Arga," ujar Dimas, memutar kunci di telapak tangannya dengan seringai yang dipaksakan. "Ibu sudah memerintahkan agar kau tidak menyentuh dokumen apa pun sampai tender renovasi dapur ini ditutup besok siang. Kau hanyalah beban yang akan segera kami buang."

Arga tidak membalas. Ia hanya menatap punggung iparnya dengan ketenangan yang justru membuat Dimas gelisah. Di balik saku jaketnya, Arga merasakan tekstur kasar buku catatan lama yang ia temukan di dapur. Buku itu bukan sekadar tumpukan kertas; itu adalah peta jalan menuju kehancuran reputasi keluarga Wiratama.

Di lorong samping, Maya mencegat ibunya, Bu Ratna. Suasana tegang. Bu Ratna, dengan tatapan tajam, menuntut salinan bukti yang ia tahu kini berada di tangan putrinya. "Serahkan salinan itu, Maya. Jangan korbankan nama besar keluarga demi membela menantu yang tidak berguna itu."

Maya tidak bergeming. Ia menatap ibunya dengan tatapan yang nyaris tak pernah ia tunjukkan sebelumnya—dingin dan tak tergoyahkan. "Ibu yang menandatangani map penilaian aset yang dimanipulasi itu. Jika tender ini diteruskan, bukan hanya rumah makan yang habis, tapi kita semua bisa masuk penjara karena penipuan dokumen negara." Tanpa menunggu jawaban, Maya merogoh ponselnya, menunjukkan foto halaman buku catatan yang menghubungkan Pak Hendra Suroto dengan transaksi fiktif sistematis. Ia menyerahkan salinan bukti itu kepada Arga tepat saat Bu Ratna hendak menyambar ponselnya.

Ketegangan memuncak di ruang rapat saat Pak Hendra Suroto hadir dengan senyum yang terlalu rapi. Ia duduk di meja stainless, mengabaikan kehadiran Arga seolah ia hanya perabot yang tak bernyawa. "Bu Ratna, kita tidak perlu membuang waktu. Dokumen sudah siap, tinggal tanda tangan final sebelum tender ditutup siang ini."

Arga melangkah maju, meletakkan buku catatan lama di atas meja stainless dengan dentuman pelan yang menghentikan percakapan. "Ada satu hal yang terlewat, Pak Hendra. Catatan ini mencatat setiap setoran yang Anda terima dari rekening keluarga Wiratama selama tiga tahun terakhir. Angka-angka ini tidak sinkron dengan laporan pajak yang Anda ajukan ke pihak lelang."

Ruang rapat mendadak sunyi. Senyum Pak Hendra membeku. Dimas yang tadinya berdiri tegak, kini tampak pucat. Bu Ratna mencoba memotong, "Itu hanya catatan sampah! Jangan dengarkan dia!"

Namun, Arga tidak berhenti. Ia membacakan satu nomor transaksi dan tanggal yang spesifik—detail yang mustahil diketahui orang luar. "Transfer tanggal 14 Maret, senilai dua ratus juta. Itu bukan biaya renovasi, bukan? Itu uang tutup mulut untuk memanipulasi penilaian aset dapur ini."

Calon pembeli yang duduk di meja mulai saling berbisik. Salah satu pria berkacamata meletakkan pena dan berdiri. "Jika ada ketidaksesuaian data sebesar itu, kami harus menarik diri dari tender ini sampai ada audit independen."

Bu Ratna menjerit tertahan, memerintahkan Dimas untuk mengusir Arga, tetapi Arga sudah memegang kendali. Ia menatap Pak Hendra yang kini tampak gelisah. Rapat yang tadinya dirancang untuk mengukuhkan pengusiran Arga, kini berubah menjadi ruang interogasi bagi mereka yang terlibat manipulasi. Arga tahu, ini baru permulaan dari perang yang lebih besar di atas meja.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced